Fantastic Beasts: The Crime of Grindelwald, Teka-teki Bersambung

Fantastic Beasts

Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald merupakan sebuah film fantasi yang rilis pada tahun 2018. Film ini disutradarai oleh David Yates dan ditulis oleh si penulis legendaris, J.K Rowling. Film ini adalah sekuel dari film Fantastic Beasts and Where to Find Them yang sebelumnya sudah rilis 2 tahun yang lalu. Ini merupakan film kedua dari seial film Fantastic Beasts dan yang kesepuluh dari dunia sihir ciptaan J.K Rowling. Dalam film ini beberapa castnya masih sama, seperti Eddie Redmayne yang bermain sebagai Newt Scamander, Katherine Waterston, Dan Fogler, Jude Law, Ezra Miller, Johnny Depp dan beberapa aktor lainnya.

Film ini kurang lebih bercerita tentang Scamander dan Albus Dumbledore yang berusaha untuk mengalahkan Grindelwald yang diperankan oleh Johnny Deep. Di luar itu, film Fantastic Beasts The Crime of Grindelwald ini terasa memiliki banyak teka-teki tapi menggantung. Kenapa?

Source: Hollywood Reporter

“Dipaksa” Memperhatikan Film!

Setelah selesai menonton film ini, perasaan pertama yang muncul adalah film ini mirip dengan film sebelumnya yang seperti tidak memiliki tulang punggung cerita yang kuat. Fantastic Beasts The Crime of Grindelwald seperti terlalu fokus pada memunculkan teka-teki di sepanjang filmnya. Sementara mereka seperti lupa, bahwa meski teka-teki harus ditebar untuk membuat cerita menarik, tapi cerita juga harus punya dasar yang kokoh terlebih dahulu. Akhirnya, yang terjadi adalah jalur cerita yang tidak terasa kuat. Teka-teki itu hanya bertebaran saja dan seolah memang hanya dilemparkan untuk menyisakan pertanyaan di kepala para penonton.

Menonton film ini membutuhkan tenaga yang cukup besar karena kamu harus memperhatikan setiap menit di film ini. Bukan untuk memperjelas cerita, tapi untuk melihat teka-teki dan jawaban yang dilemparkan sutradara di film ini. Bisa dibilang sutradara tidak memberikan kesempatan pada para penonton untuk mengambil nafas sejenak dan menikmati saja cerita yang menarik dengan sedikit bumbu teka-teki yang mempermanis cerita. Selain itu, teka-teki yang dilemparkan tidak sepenuhnya memperjelas cerita. Jadi ketika film telah selesai, maka jangan heran kalau kamu mungkin akan bilang “Ha? Begitu? Terus?”

Source: The Australian

Bukan hanya itu, jika kita memperhatikan film secara sukarela karena alur yang diciptakan menarik, mungkin tak akan terlalu masalah. Tapi dalam film ini, rasanya penonton seperti dipaksa untuk memperhatikan cerita tersebut. Bukan secara perlahan menggiring penonton untuk masuk dalam cerita, menikmati alur ceritanya, lalu terkejut dan penasaran dengan teka-teki yang disodorkan, hingga penasaran untuk melihat film sampai selesai.

Berlanjut membahas soal teka-teki yang terhampar di film ini, banyak sekali yang hanya sebatas dilempar kemudian diberikan jawaban yang nanggung. Jawaban dari teka-teki itu terasa asal muncul dan buntung. Sehingga ketika berlanjut ke fase cerita berikutnya, pertanyaan itu masih terngiang di kepala dan justru membuat tidak terlalu fokus memperhatikan cerita berikutnya. Mungkin jika kalian menonton film ini dua atau tiga kali, baru bisa memahami setiap bagian secara detail.

Gambar, Efek, dan Akting

Kalau bicara soal pengambilan gambar, dan efek di dalam film ini, kurang lebih sama seperti kebanyakan film Harry Potter dan film Fantastic Beasts yang sebelumnya. Banyak sekali gambar epik yang bertebaran. Tapi sekali lagi, gambar epik yang banyak itu seolah hanya memukau secara visual saja. Tidak memiliki arti yang cukup penting dalam rangkaian cerita.

Source: Youtube

Lalu bagaimana dengan akting para aktor dan aktrisnya? Pasti kebanyakan dari kalian memiliki harapan besar pada akting di film ini karena beberapa nama besar yang ada di Fantastic Beasts. Di film ini Eddie Redmayne bermain cukup bagus. Ia konsisten pada tokohnya sebagai Newt Scamander. Lalu bagaimana dengan si aktor “Seribu Wajah” Johnny Deep? Mungkin pujian kali ini harusnya diberikan pada pemake up. Karena pada permainan kali ini, Johnny bermain biasa. Ia terlihat tidak berubah banyak kecuali make upnya. Tapi soal cara bicara, cara melihat, warna suara, dan perangkat akting yang lain tidak ada yang berubah. Meskipun ada perubahan, perubahan yang ditunjukkan oleh Deep terlihat tipis. Sejauh yang saya ingat, terakhir melihat ia bermain cukup bagus ya di film Pirates of Carribean. Setelahnya Johnny terlihat sangat tipikal.

Menghibur!

Secara garis besar, film ini memang cukup menghibur. Jelas! Tidak ada satu pun film J.K Rowling yang gagal menghibur. Tapi ketika kamu memperhatikan detail-detailnya, mulai dari cerita, akting, dan beberapa hal yang lain, maka film ini cukup selesai pada kata “Menghibur”. Tapi bagi kalian yang suka dengan teka-teki dan terus digantung dengan banyak pertanyaan, maka film ini adalah film yang cocok untukmu.

Source:

Soal teka-teki yang sudah dibahas dipoin pertama itu, mungkin karena film ini masih ada lanjutannya. Mungkin saja, semua teka-teki tersebut akan bisa terjawab di film selanjutnya. Jadi, ketika film selanjutnya rilis, kalian mungkin harus menonton film ini lagi untuk bisa ingat dan mulai sedikit demi sedikit menyambungkan jalur cerita yang dibuat J.K Rowling.

Untuk soal nilai, Fantastic Beasts The Crime of Grindelwald sepertinya hanya pantas mendapatkan nilai 6.5 dari 10. Kalau menurutmu? Berapa nilai yang pas untuk film sihir yang satu ini? Tinggalkan di komentar ya!

%d blogger menyukai ini: