Bad Times at The El Royale, Kolase yang Sempurna

bad times at the el royale

Bad Times at The El Royale merupakan sebuah film thriller noir yang rilis pada tahun 2018. Film ini dibintangi oleh Jeff Bridges, Chris Hemsworth, Dakota Johnson, Cynthia Erivo, Jon Hamm, Cailee Spaeny, Lewis Pullman, dan Nick Offerman. Film yang disutradarai oleh Drew Goddard ini kurang lebih bercerita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di sebuah hotel di perbatasan California dan Nevada. Cukup sampai disitu saja penjelasan soal cerita film ini, selanjutnya silahkan menonton sendiri biar nggak ada spoiler dalam artikel ini. Kita akan sedikit mereview tentang film Bad Times at The El Royale ini dan mengungkap apa yang menarik dan apa yang sekiranya kurang menarik, kalau ada.

Source: the economist

Cerita dan Cara Bercerita yang Menarik

Satu hal yang paling bisa dilihat dan diingat setelah selesai menonton film ini adalah cara bercerita yang menarik. Yups! Film Bad Times at The El Royale ini punya daya tarik cukup besar dari segi cerita. Entah itu dari susunan ceritanya atau pun dari caranya bercerita. Kita mulai dari susunan ceritanya dulu ya. Dari segi ceritanya sendiri Bad Times at El Royale menyuguhkan banyak misteri di sepanjang filmnya. Bukan cuma misteri yang asal muncul biar film ini sah disebut sebagai film thriller atau horror, atau apalah bahasa yang tepat untuk mewakili film semacam ini. Misteri yang muncul dalam film Bad Times at The El Royale ini memiliki dasar cerita yang kuat. Jadi seandainya ada 1 atau 2 misteri yang tiba-tiba muncul, tak butuh waktu lama untuk tahu kenapa misteri itu muncul. Ia dengan cepat muncul dan dengan cepat dan langkah yang tepat juga terjawab. Entah dari sudut pandang mana hal ini terasa menarik, tapi dari sudut pandang penonton yang tak terlalu suka diombang-ambingkan pertanyaan-pertanyaan sok misterius sepanjang film, hal ini cukup menarik.

Masih berkutat pada misteri yang tersebar di film Bad Times at The El Royale, misteri yang muncul dalam film ini memiliki latar belakang yang kompleks tapi jelas. Misteri-misteri tersebut terbangun dari latar belakang tokohnya masing-masing. Sehingga selain memberikan misteri-misteri yang menarik, film ini juga menjelaskan sedikit banyak halaman nol para tokohnya sebelum masuk ke peristiwa di hotel tersebut.

Source: Observer

Kira-kira itu pembahasan secara garis besar mengenai cerita dalam film Bad Times at The El Royale. Intinya dari sudut cerita, film ini punya backbone cerita yang kuat, bumbu misteri yang menarik, jelas, dan diselesaikan dengan tuntas. Jadi jangan khawatir akan banyak bertanya setelah selesai menonton film ini.

Sekarang kita berbicara soal cara bercerita Bad Times at The El Royale. Sama menariknya seperti ceritanya, cara bercerita film ini juga cukup menarik. Dalam banyak adegan untuk menjelaskan halaman nol, film ini menjelaskan peristiwa flash back secara melompat-lompat. Meskipun terkesan melompat-lompat, tapi lompatan cerita itu ada di titik yang kurang lebih tepat. Selain alur yang maju mundur di beberapa adegan, ada juga cara bercerita yang menarik. Pada salah satu adegan film ini menggunakan sudut pandang yang lain pada satu peristiwa yang sama. Jika kamu ingat dengan film Vantage Point, salah satu adegan tersebut memakai prinsip yang sama dengan Vantage Point. Meskipun itu hanya muncul sekiranya satu kali, hal itu cukup menarik.

Cara bercerita yang berbeda dan cukup berwarna membuat film Bad Times at The El Royale ini tidak membosankan ditonton sampai akhir. Paling tidak bagi kamu yang tidak terganggu dengan permainan beberapa aktornya yang terasa artifisial.

Aktor-aktor Artifisial dan Aktor-aktor Lihai

Bener banget! Ada beberapa aktor yang bermain agak palsu di film ini. Salah satu yang paling terlihat bermain artifisial adalah Chris Hemsworth. Kenapa nampak artifisial? Bentuk yang dibuat oleh Chris terlihat asal dan tanpa latar belakang yang kuat. Seolah-olah ketika ia duduk sambil minum kopi, tiba-tiba bentuk itu terlintas di kepala dan dipakai dalam aktingnya. Mungkin efek tersebut terasa karena tokoh Thor yang masih sangat melekat dalam diri Chris. Tapi apapun itu, di antara aktor lain yang ada di film ini, Chris justru yang terlihat agak lemah.

Sementara Jeff Bridges dan Lewis Pullman malah berhasil bermain deep. Jeff Bridges misalnya, ia mendapatkan tokoh yang selalu lupa setelah ia bangun tidur. Bahkan ia lupa pada namanya sendiri setiap kali ia bangun tidur. Masalah kompleks yang ia hadapi bertahun-tahun itu bisa ditunjukkannya dalam beberapa adegan. Jeff bermain dalam dan seperti akting dalam akting. Lewis Pullman yang bermain sebagai reseptionist juga kurang lebih sama. Tokohnya punya  masa lalu yang kompleks dan dijelaskan di film. Lewis pun berhasil menunjukkan perasaan yang dalam dari tokoh Miles yang ia mainkan. Kalau aktor yang lain, tidak terlalu mencuri perhatian.

Source: The Hollywood Reporter

 

Kolase yang Sempurna, Kayaknya

Dalam judul artikel di atas disebutkan bahwa Bad Times at The El Royale adalah Kolase yang sempurna. Secara garis besar iya! Ini film yang kalau diibaratkan terdiri dari susunan kolase yang sempurna. Tapi nampaknya tetap ada kekurangan di beberapa bagian meskipun tidak banyak. Film ini memang disusun oleh banyak komponen yang menarik, mulai dari cerita, cara bercerita, spektakel, dan permainan sebagian tokohnya. Jika diberi nilai, 7.5 mungkin nilai yang pas untuk film yang satu ini. Kenapa? Permainan beberapa aktornya cukup menganggu tulang punggung cerita yang sudah kuat. Kenapa aktor sangat penting? Karena ia adalah penyampai pesan sutradara dan cerita.

Kalau menurutmu? Berapa nilai yang pas untuk film ini?

%d blogger menyukai ini: