• Samurai Sakate
    Buku

    Samurai Sakate, “Ksatria” yang Takluk Oleh Rumah Tangga

    “Bangsat! Pura-pura samurai ternyata!” itu adalah kata pertama yang muncul setelah membaca Samurai Sakate, sebuah monolog yang ditulis oleh Whani Dharmawan. Pada awal-awal pembacaan kita dibuat percaya bahwa Sakate adalah orang Jepang sungguhan yang merupakan keturunan ketiga belas dari Saigo Takamori. Bahkan panggilan Biyang, saya anggap sebagai satu “panggilan sayang” sang istri pada suaminya yang seorang samurai. Tapi ternyata Biyang itu sepertinya kata dari Bahasa Jawa. Dan pada akhir naskah ini terkuak bahwa si lelaki yang mengaku keturunan ketiga belas dari Saigo Takamori adalah orang Jawa tulen. Cucu dari seorang kakek yang bernama Wongso Dirjo. Lelaki yang seolah-olah mencari jati diri dan kebanggaannya sebagai laki-laki melalui laku-laku yang mengikuti adat…