Aquaman, Film DC yang Berbeda Dari Film DC Lainnya!

Aquaman

Aquaman adalah salah satu dari beberapa film Superhero yang sangat ditunggu tahun ini. Ketika peluncurannya, Aquaman seketika ditonton jutaan orang. Kita semua tahu bahwa Aquaman sebelumnya muncul di film lain yang bukan “film pribadinya” yakni Batman vs Superman. Di sanalah kita pertama kali diperlihatkan sosok Aquaman. Kemudian berlanjut di film Justice League yang kali ini ia muncul lebih banyak dan kita semakin melihat sosok Aquaman lebih lengkap. Baru di filmnya sendiri, kita dipertontonkan sejarah dan kisah lengkap pangeran lautan ini.

Source: Hollywood Reporter

Dari judul artikel yang tertera di atas, sebagian dari kalian mungkin bertanya-tanya, kenapa berbeda? Apa yang membuat film yang satu ini berbeda dari film DC lainnya? Berikut pembahasannya;

DC Not Always “Dark”

Itulah kesan pertama yang muncul setelah selesai menonton film Aquaman. Dalam keseluruhan filmnya, bisa dibilang Aquaman memiliki tone cerita, gambar, pilihan warna, dan rasa yang berbeda dari kebanyakan film DC. Jika di beberapa forum sering berkata bahwa film DC itu selalu gelap dan suram, pada film kali ini tidak begitu. James Wan yang berlaku sebagai sutradara berhasil membawa rasa lain dalam film ini. Meski begitu, rasanya jalur cerita film ini terasa sedikit membosankan. Kenapa?

Source: statelywallpaper

Pada menit pertama hingga sekitar 30 menit kemudian, film ini terasa membosankan. Jalur ceritanya mudah ditebak dan muncul kejutan-kejutan yang sedikit tanggung. Tapi itu kurang lebih hanya berjalan seperempat film saja, dari total 143 menit durasi film ini. setelahnya, film ini mulai terasa menarik terutama dari segi cerita. Mulai ada banyak kejutan kecil yang kali ini terasa lebih matang dan tidak tanggung. Kejutan-kejutan itu juga bisa dinikmati sampai film berakhir.

Seperti yang dibilang pada paragraf pertama bagian ini, film yang dibintangi oleh Jason Momoa ini tidak segelap film DC yang lain. Misalnya seperti Batman vs Superman, Justice League, Wonderwoman bahkan, dan beberapa film DC lainnya. Justru di film ini terasa lebih berwarna. Film ini memiliki unsur humor yang manis, adegan-adegan romantis yang menggelitik, dan tetap punya rasa seram dan manusiawi seperti kebanyakan film DC lainnya. Jadi dalam film ini kita tidak terus-terusan dicekoki hal-hal yang berbau gelap dan suram. Dengan warna yang semacam itu, film Aquaman jadi terasa agak populis. Bukan berarti film DC yang lain tidak populer, tapi seolah-olah James Wan berusaha memunculkan sisi lain yang jarang dimunculkan oleh film DC sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan CGInya? Tidak perlu dipertanyakan kalau soal yang satu itu! CGI di film ini tentu luar biasa!

Source: Gamespot

James Wan Membawa Rasa yang Baru!

Yups! Itu yang paling terlihat juga dalam film ini. James Wan yang sebelumnya lebih sering membuat film berbau horror, gore, dan film-film menyeramkan lainnya, kali ini menggarap film yang berbeda. Aquaman bisa dibilang sebagai film superhero James Wan yang pertama. Hal yang membuatnya luar biasa adalah cara James Wan meracik rasa yang sering muncul pada film Superhero dengan taste yang James Wan punya. Misalnya pada beberapa adegan yang bikin kaget. James Wan sepertinya berusaha memaksimalkan semua perangkat yang dimilikinya dalam film ini. Mulai dari pencahayaan hingga suara digunakan James Wan untuk menyusun tangga dramatik hingga berhasil memunculkan jump scare yang “enggak jumpscare”.  Adegan yang mengejutkan itu muncul tidak terlalu banyak adegan tersebut. Sehingga penonton tidak lelah sampai film berakhir. Adegan yang mengagetkan itu hanya muncul dengan intensitas yang sedikit, di spot-spot yang tepat.

Selain soal jumpscare yang tidak jumpscare itu, James Wan memainkan beberapa adegan epic dengan rasa yang mirip seperti film The Conjuring. Dimana adegannya terlihat gelap dan menyeramkan tapi terasa epic. James Wan seperti berusaha memainkan unsur gelap terang dalam filmnya dan ia berhasil melakukannya dengan sangat baik.

Source: Borg

Acting Aquaman

Lalu bagaimana soal permainan Jason Momoa dan beberapa pemain lainnya di film ini? Sejujurnya tidak ada yang bisa dinilai dalam sudut pandang permainan keaktoran. Hal itu karena memang cukup sulit untuk menilai kedalaman karakter, permainan emosi, dan lain sebagainya di film Superhero. Mungkin karena ketika menonton film Superhero, saya terlalu sibuk memperhatikan cerita dan terpukau dengan efek CGI yang epic. Mungkin ada satu yang sedikit mencuri perhatian yakni permainan Nicole Kidman. Meskipun tipis, Nicole Kidman seperti berusaha menciptakan suara yang berbeda untuk tokohnya. Selain itu, bisa dikatakan tidak ada.

Overall is Good

Sejauh ini menonton film Aquaman cukup memberikan kesan menyenangkan dan tidak membosankan. Meskipun secara jalur cerita dari awal hingga pertengahan cukup membosankan karena bisa ditebak kemana arah cerita, tapi setelahnya Aquaman muncul sebagai satu film yang memberikan nafas baru pada jajaran film DC lainnya. Tapi yang juga aneh adalah soal penyelesaian atau konklusi dari film ini. Terasa seperti agak tanggung dan entah mau dibawa kemana ujung cerita film ini.

Source: WallpaperSite

Jika ingin menilai film ini, maka angka 8 rasanya cukup pas untuk film yang satu ini. Salah satu alasan terbesarnya adalah karena James Wan yang berhasil memberikan nyawa baru pada film DC.

Kalau menurutmu? Berapa skor yang pas untuk film ini? Tinggalkan di kolom komentar ya!

%d blogger menyukai ini: