Warkop DKI Reborn Flash Review; Surprisingly Good

Warkop DKI Reborn

12 September 2019, Warkop DKI Reborn rilis. Film ini dirilis sekaligus untuk merayakan ulang tahun Warkop DKI yang ke-46. Seperti yang kalian tahu, film ini adalah film Warkop ketiga setelah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 dan 2. Dimana kedua film tersebut dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro. 

Film terbaru Warkop DKI yang sekarang ini dibintangi oleh Adipati Dolken, Aliando Syarief, dan Randy Danistha. Film ini juga disutradarai oleh Rako Prijanto. Flash Review ini akan membahas bagaimana impresi pertama kami ketika menonton film ini.

Warkop DKI Reborn

 

 

Upaya Mengambil Khas Tiap Film Warkop

Kesan pertama yang muncul ketika menonton film ini adalah upaya untuk mengambil semua khas dari film Warkop mulai tahun pertama kemunculannya hingga film terakhir. Mulai dari komedi situasi yang cerdas, slapstik, sampai perempuan cantik. Semua itu adalah (sejauh yang kami ingat) ciri dari hampir semua film Warkop sejak era 80an sampai era 2000an. 

Hal yang menarik lagi adalah semua ciri tersebut berhasil diracik dengan seimbang. Kelihatan tidak ada yang berat sebelah. Kami sampai “bingung” ketika menonton film ini. Bingung menentukan apakah film ini menggunakan komedi slapstik atau komedi situasi. Sempat kami berpikir ini slapstik, tapi sepersekian detik kemudian kami disuguhi komedi situasi yang cerdas. Kami kemudian menyimpulkan bahwa film ini mungkin menggunakan dua formula komedi itu. 

Ketika kalian menonton, mungkin akan muncul perasaan beberapa adegan komedi yang dipaksakan. Tapi, sejurus kalian hendak berkata komedi ini dipaksakan, akan muncul komedi lain yang tidak dipaksakan dan mengalir dengan baik, entah karena situasi, atau karena permainan ketiga aktornya. 

Dan satu lagi, akan cukup banyak kejutan di film ini. Kejutan dalam ruang lingkup pengadeganan ya. Saking banyaknya, kalian mungkin akan lupa dan bingung soal jalur ceritanya ini dibawa kemana. Nonton ini bisa jadi melelahkan kalau kalian tidak bisa memposisikan diri ketika menonton tiap adegan yang disuguhkan. Jadi, disarankan, ketika menonton, berikan perhatian lebih ketika berhubungan dengan garis cerita besarnya. Sementara untuk hal di luar garis cerita besar, nikmati sebagai momen tarik nafas saja.

 

 

Warkop DKI Reborn, Surprisingly Good

Salah satu yang cukup mengejutkan kami adalah permainan para aktornya. Terutama Adipati, Aliando, Randy, dan Ganindra Bimo. Sebenarnya kami sudah menduga permainan mereka akan cukup baik dengan melihat dari trailer yang dirilis beberapa bulan sebelumnya. Tapi kami agak skeptis kala itu. Tentu saja, trailer akan selalu menunjukkan yang terbaik. Ketika filmnya main, mak jegagig, mengecewakan. 

Tapi kali ini tidak. Jika dilihat sekilas, ciptaan Adipati, Aliando, Randy, dan Ganindra Bimo menarik. Secara fisiologis mereka punya capaian, dan bukan hanya capaian yang menarik, tapi konsisten dengan fisiologis macam itu. Tentu kita mengenyampingkan apakah mirip dengan Dono Kasino dan Indro ya. Tapi mereka punya effort mencipta yang baik dan hasil ciptaan yang menarik. 

Bukan hanya dari fisiologis saja, respon-respon mereka juga berjalan dengan tepat dan sesuai porsinya. Pada beberapa adegan kalian akan melihat respon-respon yang mengalir, dan seperti tidak dibuat-buat. Kami penasaran, apakah ini memang kekuatan improvisasi si aktor, proses latihan yang lama, atau naskah yang memang sudah kuat? 

Intinya, dalam sudut pandang keaktoran, kalian harus melihat permainan mereka berempat. Soal pemain lain… ah fokus ke Adipati, Aliando, Randy, dan Ganindra Bimo aja ya. 

%d bloggers like this: