[Acting Review] Taron Egerton di Rocketman; Manusia Itu Kompleks!

Taron Egerton

Rocketman adalah sebuah film yang pada tahun ini cukup mencuri perhatian banyak pihak. Hal itu tentu tak lepas dari kesuksesan Bohemian Rhapsody dan betapa memukaunya permainan Rami Malek bagi banyak pihak. Ketika kemudian Rocketman muncul sebagai film biopic tentang seorang legenda musik dunia, Elton John, semua orang sepertinya menaruh harapan besar akan kualitas film dan permainan Taron Egerton. Mungkin semua orang juga berharap kalau Rocketman akan menjadi film yang mengantarkan Taron Egerton meraih Oscar pertamanya, persis seperti perjalanan Rami Malek saat bermain sebagai Freddy Mercury di Bohemian Rhapsody. Tapi pertanyaannya, apakah Taron Egerton berhasil memainkan Elton John dengan baik? Apakah ia terlihat sangat mirip, cukup mirip, atau tidak mirip sama sekali dengan Elton John? Apakah ia juga akan sesukses atau lebih sukses dari Rami Malek? Berikut pembahasan lengkapnya. 

Taron Egerton Mirip nggak Mirip 

Setelah kami melihat film Rocketman, dan melihat beberapa interview dari Elton John, dari mulai tahun 1970an sampai tahun 1990an, kami merasa bahwa apa yang diciptakan oleh Taron Egerton tidak terlalu mirip dengan Elton John. Hal itu juga kami putuskan setelah kami melihat beberapa film Egerton dan beberapa interview dari aktor Inggris ini. Egerton dan Elton mirip nggak mirip. Apa maksudnya? 

 

Jadi begini, pertama mari kita samakan persepsi dulu soal bagaimana seharusnya bermain sebagai tokoh biopic. Menurut pandangan kami, (tanpa melihat buku, karena kami sejauh ini belum menemukan buku yang mengatakan soal bagaimana bermain sebagai tokoh biopic, kalau kalian punya info, boleh tinggalkan di kolom komentar) salah satu tujuan dari bermain sebagai tokoh biopic atau tokoh sejarah yang mana ia memang pernah ada dan hidup di dunia ini adalah menjadi semirip mungkin dengan tokoh tersebut. Kenapa harus semirip mungkin dengan tokoh tersebut? Sederhana saja; rupa, bentuk tubuh, laku tubuh, kebiasaan tubuh, dan hal-hal lain yang berhubungan adalah “kendaraan” untuk menyampaikan emosi yang dimiliki oleh tokoh. Bukan hanya sebagai kendaraan saja, tapi tubuh atau bentuk-bentuk lain yang berhubungan itu adalah juga cara untuk merespon sesuatu yang dialami oleh si tokoh. Ketika si aktor tidak memiliki “kendaraan” yang tepat, maka mungkin ia tidak akan merespon dengan cara yang sesuai dengan tokohnya. Ia mungkin juga tidak akan bisa menunjukkan emosi dengan cara yang sesuai tokohnya. Ingat, bahwa setiap manusia itu kompleks! Mereka memiliki cara sendiri-sendiri untuk merespon sesuatu yang mereka alami.

Nah, dari persepsi itu, maka menjadi semirip mungkin dengan tokoh yang akan dimainkan dalam film-film biopic adalah sebuah kewajiban dan tujuan yang harus dicapai oleh si aktor. Sementara jika kita melihat “menjadi semirip mungkin dengan tokoh” dalam sudut pandang ideal, maka seharusnya aktor juga merubah laku tubuhnya dari bagian yang paling besar dan terlihat hingga yang paling kecil dan sulit terlihat menjadi semirip mungkin dengan tokohnya. Jika kita menggunakan persepsi ini dan menggunakan standar ideal, maka Taron Egerton tidak mirip dengan Elton John. Atau jika kami menisbikan upayanya untuk berusaha mendekati tokoh, kami akan dengan kejam berkata; Taron Egerton sama sekali tidak mirip dengan Elton John!

Masih dengan standar ideal dan menisbikan upaya Egerton ini ya! Pertama adalah soal suara. Sekarang coba bandingkan suara Elton John asli dengan Taron Egerton sebagai Elton John, dan Taron Egerton asli. 

Dari video di atas, kita bisa mendengar bahwa warna suara Elton John ciptaan Taron tidak sama dengan suara Elton John yang asli. Hal yang lebih membuat kami yakin bahwa suara Elton ciptaan Egerton tidak sama adalah kenyataan kalau suara Taron Egerton sebagai Elton John dan Egerton di kehidupan nyata hampir sama. Coba dengarkan baik-baik! Kami tidak mengkritisi soal logatnya, karena sejauh informasi yang kami dapatkan, kedua orang tersebut, baik Elton John atau pun Taron Egerton berasal dari Inggris. Mereka setidaknya memiliki logat yang sama. Sehingga pada bagian logat, kami menemukan kemiripan. 

Lalu pada bahasa tubuh yang lebih besar, seperti misalnya caranya berjalan. Jika kita melihat cara Elton John berjalan, lalu kita bandingkan dengan apa yang sudah diciptakan oleh Taron Egerton, maka lagi-lagi kita akan menemui hal yang tidak sama. Elton John ciptaan Taron berjalan dengan langkah yang agak besar dengan kesan maskulin yang masih sangat kuat. Sementara pada cara berjalan Elton John, kami melihat kesan feminim yang tetap terasa. Ia seperti Androgini, memiliki kesan feminim tapi juga maskulin dalam satu waktu bersamaan dan keduanya tidak saling mendominasi satu sama lain. Sementara Elton yang diciptakan oleh Taron Egerton tidak begitu. 

Lagi-lagi, kalau kita melihat dari sudut pandang yang ideal, maka Taron Egerton belum berhasil seutuhnya menciptakan Elton John. Beberapa laku tubuhnya masih sama seperti Taron di luar film atau Taron di film sebelumnya. Bukankah setiap manusia itu kompleks dan berbeda? Meskipun ia diberikan rangsangan yang sama, cara menerima dan menunjukkan respon sudah pasti akan berbeda kan? Apalagi Elton John dan tokoh Taron Egerton yang lain hidup di era yang berbeda. Ingat, kita masih melihatnya dari sudut pandang ideal. 

Lalu bagaimana dengan caranya menyusun emosi? Apakah sama atau berbeda? Kalau yang satu ini kami tidak bisa membandingkannya dengan cara Elton John yang asli, karena memang kami kesulitan untuk mendapatkan footage Elton menangis atau tertawa bahagia di usia yang sama dengan Elton John di film Rocketman. Video yang tersebar di Youtube, sejauh yang kami cari, adalah video interview. Dimana seperti yang kita tahu, pada interview, setiap artis pasti berusaha mengendalikan jati dirinya. Sehingga kami hanya bisa membandingkan laku tubuh dan warna suara Elton John ciptaan Egerton dengan Elton John yang asli. Tapi sejauh yang kami ingat akan permainan Taron Egerton di beberapa film yang sebelumnya ia bintangi, caranya menyusun emosi cukup berbeda. 

 

Apa yang Sudah Dicapai Taron? 

Jika pada poin pertama kami sudah mengungkapkan apa yang kami lihat dari permainan Taron Egerton dalam sudut pandang yang ideal tentang bagaimana seorang aktor seharusnya bermain sebagai tokoh biopic, sekarang kita singkirkan sudut pandang ideal itu. Mari kita lihat apa saja upaya atau effort yang dikeluarkan oleh Egerton untuk menciptakan Elton John dan apa saja yang berhasil ia capai?

Acting, Dancing, and Singing Like Elton!      

Akting dan menari adalah salah satu capaian yang tidak bisa dipungkiri telah dicapai dengan cukup baik oleh Egerton. Dalam film ini, kalian akan melihat beberapa adegan dimana Egerton menari sekaligus bernyanyi. Ia berhasil melakukan adegan itu dengan baik. Tapi kami tak hendak membicarakan itu. Karena kemampuan itu bisa dibilang merupakan kemampuan wajib seorang aktor. Justru yang ingin kami garis bawahi dan beri perhatian lebih adalah kenyataan bahwa ia juga menyanyi. Tak hanya sekedar menyanyi, ia menyanyi seperti Elton John. Ingat, dalam poin ini kita kesampingkan terlebih dahulu soal ideal atau tidak ya. Karena kalau kita bicara soal ideal atau tidak, suara Elton John yang asli dan Egerton sudah jelas berbeda. Tapi upayanya untuk mendekati warna suara yang sama seperti Elton John asli yang sedang menyanyi, itulah yang harus diapresiasi. 

 

 

Dilansir dari Esquire.com, dikatakan bahwa Taron Egerton memang benar-benar menyanyikan semua lagu dalam film Rocketman sendiri. Tentunya tidak seperti Les Miserables yang semua pemainnya menyanyikan langsung atau live. Egerton memang merekamnya terlebih dahulu. Tapi di luar itu, kemampuan bernyanyinya patut diacungi jempol. Kami yang sebelum menonton film ini jarang mendengarkan Elton John, saat mendengarkan Egerton bernyanyi sebagai Elton John di film Rocketman, merasa bahwa Elton John yang asli akan bersuara seperti itu. Meski tidak sama persis, tapi cara Egerton meyakinkan dirinya sendiri lalu meyakinkan penonton merupakan hal yang tidak bisa diacuhkan.

Adegan-adegan Menantang 

Film ini memang penuh dengan adegan menantang. Salah satunya adalah adegan dimana Elton John berhubungan intim dengan teman lelakinya. Adegan menantang semacam ini juga tidak bisa diacuhkan begitu saja. Butuh keberanian besar untuk melakukannya. Bukan hanya itu, melakukannya dengan emosi yang penuh, chemistry yang terlihat baik dan disampaikan dengan tepat antara Elton dan teman lelakinya juga tidak mudah. Kami bisa melihat bahwa pada tiap momen ketika adegan menantang itu terjadi, sejauh yang kami tahu ada sekitar 3 atau 4 adegan menantang, dimana salah satunya adalah berhubungan intim sesama jenis, berhasil dilakukan Egerton dengan kontrol emosi yang menarik. Dari pandangan matanya setiap melakukan adegan tersebut, kami melihat cinta yang seolah tulus. Baik ketika ia melakukan adegan intim atau ketika hanya berciuman dengan teman lelakinya. Kontrol atas peristiwa-peristiwa semacam itu dengan emosi semacam itu yang menarik. 

Taron Egerton

 

 

Manusia yang Kompleks dan Upaya Untuk Mirip

Kami memang mengatakan di bagian pertama artikel ini kalau Taron Egerton mirip nggak mirip dengan Elton John. Di atas kami hanya menjelaskan ketidak miripannya dan kenapa ia terlihat tidak mirip. Nah, sekarang kami akan menjelaskan kenapa ia juga mirip. 

Kami mengatakan bahwa soal permainan mulut misalnya. Jika diambil kebanyakan, memang ada banyak yang tidak mirip. Tapi ketika kami memperhatikan satu persatu gerakan mulutnya, cara Elton John asli berekspresi dan cara Elton John ciptaan Egerton berekspresi, kami melihat cara yang sama di beberapa bagian. Sehingga kemudian kami berpikir bahwa mungkin, Egerton memang sengaja tidak menirukan semua bagian tubuh serta laku dari Elton John. Ia hanya menirukan hal-hal yang sering dilakukan si tokoh atau laku-laku besar yang jadi ciri khas tokoh ini. Kenapa begitu? 

Mungkin jawabannya adalah karena manusia itu kompleks. Ya! Manusia memang kompleks. Untuk menirukan manusia lain secara utuh, butuh waktu yang tidak sebentar. Sehingga bisa dikatakan hampir sangat sulit untuk bisa 100% menirukan tokoh biopic yang akan mereka mainkan. Jadi, memilih penanda-penanda yang besar untuk tokoh yang akan mereka mainkan menjadi salah satu “shortcut” untuk bisa memainkan tokoh dengan baik. Setelah ia berhasil menirukan poin-poin khas dari tokoh, maka aktor tinggal memberikannya hidup dan memainkan sebaik mungkin apa yang sudah ia cari, temukan, dan ciptakan.  

Sehingga jika kita melihat permainan Taron Egerton lalu mengenyampingkan pandangan ideal soal bagaimana bermain sebagai tokoh biopik dan lebih melihat upaya untuk mencapai ke-ideal-an itu, maka Egerton berhasil bermain dengan cukup baik. Ia berhasil menciptakan beberapa bagian dan mengupayakan beberapa bagian tersebut mirip dengan Elton John. Atau setidaknya kemudian berusaha meyakinkan penonton bahwa ketika ia bermain di Rocketman, ia adalah Elton John, bukan Egerton atau Eggy atau tokoh lain di film yang lain. 

Ingat kata Stanislavski di buku Membangun Tokoh;

“…kau menyerah pada peniruan lahiriah semata. Padahal jiplakan, tiruan, bukanlah karya cipta. Itu jalur yang buruk, jangan kau tempuh. Akan lebih baik jika kamu mulai dengan mempelajari seluk-beluk ketuaan itu. dari situ akan jelas bagimu apa yang harus kau cari dalam seluk-beluk dirimu sendiri.” (Stanislavski, 2008:35)

Meniru atau mimesis bisa jadi suatu hal yang buruk jika aktor semata-mata hanya menirukan bentuknya saja tapi lupa untuk menjalankan hidupnya, tidak tahu alasan kenapa bentuk tersebut bisa muncul, dan seluk-beluk yang lain. Meski tidak sangat mirip, Taron Egerton setidaknya sudah menjalankan pikiran dan perasaan Elton John. 

 

 

Kesempatan Taron Egerton Masuk Oscar

Lalu bagaimana dengan kesempatan Egerton masuk Oscar dan mendapatkan pencapaian yang sama seperti Rami Malek? Jawabannya adalah Egerton punya kesempatan besar sekali untuk masuk Oscar. Kenapa? Pertama dan yang paling utama adalah karena ia memainkan tokoh biopic. Jika kalian perhatikan, dalam 20 tahun ke belakang, hampir 80% peraih nominasi Oscar dan peraih Oscar adalah aktor yang memainkan tokoh biopic. Aktor yang menjadi tokoh biopic seperti menjadi favorit para voters di Oscar. 

Alasan kedua adalah karena ia menyanyi dan juga menari. Seperti yang pernah dibahas di artikel akuaktor tentang prediksi Oscar 2017 bahwa ada kecenderungan kalau Oscar lebih suka dengan aktor yang bermain di film musikal atau punya part bernyanyi dan menari di film tersebut. Ada banyak contoh yang menurut kami dipilih karena ia menyanyi dan menari di film tersebut. Pertama adalah Hugh Jackman di Les Miserables, dan yang kedua adalah Ryan Gosling di La La Land. Tapi untuk alasan kedua ini, mendapatkan Best Actor Oscar agak sulit. Karena sejauh yang kami tahu, aktor yang menyanyi dan menari di filmnya, hanya mendapatkan tempat di nominasi saja. Beda cerita kalau ia masuk di nominasi Best Actress Oscar. 

Alasan yang ketiga adalah karena ia memainkan seorang tokoh LGBT. Kalau alasan ini sebenarnya agak sedikit politis. Sejauh yang kami rasa dan kami tahu, Hollywood sedang memberikan concern yang cukup besar pada orang-orang LGBT. Jadi saat Egerton berani bermain sebagai seorang gay dan bahkan melakukan adegan intim sesama jenis (dimana itu adalah yang pertama dalam sejarah) maka Egerton punya kesempatan sangat besar untuk bisa masuk ke jajaran nominator di Best Actor Oscar 2020. 

Itu tadi pembahasan panjang soal permainan Taron Egerton di Rocketman. Kalau menurut kalian, bagaimana permainan Egerton di film ini? Coba tulis pendapatmu di kolom komentar ya! Terima kasih, viva aktor! 

%d bloggers like this: