fbpx

[Acting Review] Network; Apa/Siapa yang Menjadi Kunci?

Network

Network adalah sebuah film yang melegenda. Tercatat dalam sejarah Oscar, Network adalah satu dari sedikit film yang para pemainnya ada di semua kategori aktor. Dua aktor utamanya, Peter Finch dan William Holden masuk nominasi Best Actor. Peter Finch yang memenangkannya. Lalu di Supporting Actor ada Ned Beatty yang hanya bermain kurang dari 10 menit tapi masuk nominasi. Di Best Actress ada Faye Dunaway yang berhasil menang tahun itu dan Beatrice Straight yang mencetak sejarah dengan menjadi peraih Best Supporting Oscar dengan durasi permainan paling pendek, hanya 5 menit 21 detik. 

Peristiwa yang dialami Network jarang terjadi. Biasanya sebuah film paling banyak hanya memasukkan 2 aktornya di kategori pemeran. Entah itu di Best Actor dan Best Actress, atau Best Supporting Actor dan Actress. Cukup jarang ke empat kategori itu diisi para pemain dari 1 film yang sama. Pertanyaan yang terlintas di kepala kami adalah bagaimana bisa? Kami kemudian mencoba melihat seperti apa permainan para cast, dan ini ulasannya;

 

Peter Finch dan William Holden Di Network

Pertama kita akan bahas Peter Finch, yang memenangkan Best Actor Oscar 1976. Dari melihat permainan mereka, kami yang biasanya melihat capaian fisiologis, sekarang mencoba menyingkirkan capaian itu. Karena sepertinya, yang menjadi capaian Peter Finch bukan pada perubahan fisik, tapi pada hal lain. 

Pada permainan Peter Finch, kami melihat Permainan psikologis yang intens. Sekedar informasi, seperti disebutkan di film, tokoh yang dimainkan Peter Finch, Howard Beale, adalah seorang penyiar tua yang baru saja ditinggal mati istrinya, jadi pemabuk, dan mau dipecat dari tempatnya bekerja, UBS. Tokoh ini ditunjukkan sebagai manusia yang tertekan. 

Peter Finch berhasil menunjukkan kondisi tertekan itu dengan baik. Tapi menurut kami jika hanya menunjukkan kondisi tertekan saja maka permainannya jadi tak begitu spesial. Ada satu hal lagi yang membuat permainannya spesial. Kemampuan menjalankan ritme permainan. Hal inilah yang kami pikir menjadi kunci berhasilnya Peter Finch dalam aktingnya sebagai Howard Beale. 

Coba kalian lihat ketika Howard Beale siaran dan pamit untuk pertama kalinya dengan marah pada kantornya sendiri. Kita bisa melihat perasaan menyerah yang dijalankan dengan ritme yang berwarna. Ritme yang dijalankan Peter Finch tidak monoton. Terkadang kalian akan menemui ritme yang cepat, lalu disusul dengan ritme lambat tanpa kehilangan pegangan atas bit dasar adegan, lalu menaikkan ritmenya lagi, dan begitu seterusnya. Polanya tidak pernah sama. Terkadang pola itu dibolak-balik sesuai kondisi tokoh. 

Selain ritme yang berwarna, visi tokoh yang kuat juga jadi kunci kuatnya permainan Peter Finch. Coba perhatikan pada tiap momen tokoh ini monolog. Visi tokohnya begitu kuat. Ia tahu kemana dialognya harus diproyeksikan dan seperti apa dialognya harus disampaikan. Visi ini yang mempengaruhi irama permainan. Itu kenapa ritme dari permainan Peter Finch terkesan selalu acak. Karena ia bergerak atas dasar visi yang sedang dipegang tokoh di adegan tersebut. 

Coba perhatikan ketika Howard membaca berita setelah adegan ia bicara dengan dirinya sendiri di kamar. Kita masih bisa melihat rasa tertekan yang dijadikan motor utama untuk menjalankan tubuh, perasaan dan pikiran. Lalu visi yang jelas menjadi tujuan dari pikiran, perasaan, dan tubuhnya. Perasaan tertekan dan visi itu sekaligus menjadi pihak yang memainkan irama. Dari kombinasi itulah permainan Peter Finch jadi tajam, hidup, dan relevan dengan kondisi tokoh entah yang “disini dan sekarang” atau sejarah tokoh itu sendiri. 

 

 

Hal yang sama muncul lagi ketika Howard dipecat kembali. Kita bisa melihat ritme yang berjalan menarik dan dinamis. Di bagian ini kami melihat sesuatu yang lain. Bukan tentang ritme atau visi, tapi tipikal permainan. Kami merasa, tipikal permainan hampir semua aktor di Network begitu “panggung”. Perhatikan laku tubuh Howard Beale di adegan ini. Kamera mengambil medium shot, tapi bahasa tubuhnya tetap besar. Kami rasa kesadaran yang dipakai adalah kesadaran panggung. Disinilah kami lalu menemukan kunci lain kenapa permainan para aktor di film ini begitu kuat. Karena mereka memakai power panggung untuk bermain di film. 

Proyeksi panggung, ritme, dan visi yang kuat dari Peter Finch terlihat lagi di adegan ketika ia membaca berita dalam kondisi memakai piyama. Kami merasa permainannya intens. Depresinya jadi motor, ritmenya dinamis, dan visi tokohnya sangat jelas. 

 

 

Lagi, permainan ritme dan visi yang jelas juga terjadi di adegan Howard Beale membuka acara barunya. Ia jadi tahu kapan harus menambah ketukan, kapan harus melonggarkan ritme, dan ia tahu apa yang menjadi motor. Dalam adegan ini kami rasa yang jadi motor bukan perasaan tertekan yang secara personal dimiliki oleh Howard Beale. Tapi tertekan yang sudah dimiliki masyarakat secara umum. 

 

 

Sementara pada permainan William Holden, kami mendapati hal yang sama yakni pada pengaturan ritme serta visi tokoh yang kuat. Tapi karena kondisi psikologis tokohnya tidak sekompleks Peter Finch, tidak banyak yang bisa dibahas dari permainan William Holden.

Beatrice Straight dan Ned Beatty

Dua pemeran ini, Beatrice Straight dan Ned Beatty ini juga yang menjadi alasan kami menonton Network.  Keduanya berhasil mendapatkan tempat di Oscar, Ned Beatty sebagai nominee di Best Supporting Actor, dan Beatrice Straight sebagai pemenang di Best Supporting Actress dengan durasi permainan kurang dari 10 menit. Tercatat Ned Beatty dan Beatrice Straight mendapatkan 2 scene di film ini. Bagaimana bisa mereka mendapatkan tempat di Oscar padahal durasi permainannya begitu pendek? 

 

 

Pertama pada Ned Beatty yang praktis hanya memiliki 1 adegan monolog panjang. Sementara 1 adegannya yang lain tak begitu terlihat. Kunci dari bagusnya permainan Ned Beatty adalah bagaimana ia menjalankan ritme dan visi tokoh. Sama seperti Peter Finch dan William Holden. Tapi selain itu ada yang lebih penting. Yakni proyeksi panggung yang ia pakai dalam permainannya. Permainan Ned Beatty terasa sangat panggung. Perhatikan tangannya bergerak. Gerakan yang dilakukan Ned Beatty adalah gerakan-gerakan yang awam dilakukan di panggung-panggung klasik. Kami rasa proyeksi panggung itu yang mempengaruhi kekuatan dari permainan Ned Beatty.

Lalu pada Beatrice Straight. Jika pada Beatrice, kami justru tidak melihat permainan dengan proyeksi panggung. Kami rasa yang menjadi kunci ia berhasil mendapatkan Oscar dan permainannya dipuji banyak orang ada pada caranya memainkan ritme dan emosi tokoh. Perhatikan pada adegan yang dilakukan oleh Beatrice Straight.

 

 

Pertama ia mendengarkan dengan baik, kemudian menyusun emosinya dan menjalankan pikiran si tokoh perlahan. Sampai di momen yang tepat, setelah mendengarkan dengan cukup baik, ia mulai ledakannya. Ledakan dari Beatrice Straight pun tidak sangat menggebu-gebu dan tidak terkontrol. Sebaliknya, ledakannya begitu teratur. Ia bahkan tahu kapan harus berhenti, meregangkan ritme sebentar, lalu tancap gas lagi. 

Tapi kami pikir bukan itu alasan utama kenapa Beatrice Straight menonjol di adegan tersebut. Alasan lainnya adalah karena William Holden, yang menjadi kawan mainnya di adegan tersebut berjalan sesuai porsi dan kebetulan porsinya kecil. Sehingga fokus adegan dan fokus penonton ada pada Beatrice Straight. Jadi gerakan dan permainan sekecil apapun akan bisa dinikmati dan ditangkap oleh penonton. Kami rasa, jika Max Schumacher, tokoh William Holden ikutan naik di adegan itu, maka Beatrice Straight tidak akan terlihat disana.  

Kuncinya Pada Proses Pelatihan dan Naskah

Di salah satu video yang dibuat oleh Cinema Tyler, dikatakan bahwa proses menuju shooting film ini mirip dengan proses menuju pentas di teater. Para pemain akan berlatih adegan semirip mungkin dan melakukannya berulang kali. Lalu ketika shooting, mereka hanya akan melakukan take 2-3 kali saja. Mereka melakukan latihan selama 2 minggu. 

Kami rasa itulah yang membuat para pemain memahami ritme dan mampu menjalankan ritme dengan baik. Karena mereka sudah pernah mengalami sebelumnya dan sudah mengulangnya sekian puluh kali di momen latihan. 

Selain itu yang menjadi kunci kuatnya visi mereka adalah karena dialog di naskah yang kuat. Sekedar informasi, si penulis naskah, Paddy Chayefsky melarang para pemainnya mengubah kata di dialog mereka. Bahkan satu kata pun tak boleh. 

Kami rasa keputusan itu tepat karena Paddy berhasil menulis naskah yang kokoh dari sisi dialog. Semua dialog tokoh di film ini relevan dengan kondisi dan sejarah si tokoh. Paddy tak sembarangan menentukan dialog dan bahkan ia seperti tidak menitipkan dirinya pada dialog tokoh. 

Selain itu Sidney Lumet juga jadi kunci keberhasilan para aktor di film ini. Ia adalah orang yang meminta latihan “ala teater” untuk film Network. Ia juga yang melatih para aktornya sendiri. 

Jadi kunci dari menariknya permainan para cast di Network adalah latihan, sutradara, dan naskah yang kokoh. Itu menurut kami. Menurut kalian? Coba tonton filmnya lalu mari berdiskusi di kolom komentar. 

Terima kasih, viva aktor