[Acting Review] Mrs. Doubtfire; Robin Williams yang…

Robin Williams

Sudah pernah nonton film ini? Mrs. Doubtfire adalah salah satu film jadul yang dimainkan oleh mendiang Robin Williams. Mungkin untuk sebagian anak milenial tidak mengenal apapun soal film ini. Tapi kami AkuAktor menyarankan untuk menonton film ini dan menjadikan film ini sebagai salah satu referensi seni peran. 

Kenapa bisa begitu? Apakah permainan Robin Williams sangat bagus sehingga harus dijadikan referensi? Padahal, FYI, di film ini Robin Williams sama sekali tidak mendapatkan penghargaan atas permainannya. Justru yang mendapatkan penghargaan adalah make up artist-nya. 

Lalu kenapa permainan Robin bisa kita jadikan contoh? Berikut pembahasan lengkapnya. 

 

Robin Williams, Lihai Ubah Suara, dan Komedian Handal

Hal pertama yang bisa kalian jadikan contoh ketika menonton film ini sudah ditunjukkan di adegan pertama. Dari adegan awal, kita bisa melihat dan mendengarkan kemampuan Robin Williams merubah warna suaranya menjadi beragam jenis. Tidak hanya satu atau dua warna suara saja. Kami bahkan mencatat, pada adegan pembuka saja, ada 5 suara yang ia mainkan. Kelima suara tersebut pasti berbeda, entah warna suaranya, aksen, hingga tempo bicara. 

Kemampuan merubah warna suara ini dalam sudut pandang kami adalah hal yang sangat menarik. Kenapa bisa begitu? Sederhana. Tidak banyak aktor yang bisa mengubah-ubah suaranya sesuka hati dan secepat Robin. Robin melakukannya dengan sangat cepat, dengan perubahan yang signifikan pada tiap suara yang dimainkannya. 

Kalau Tommaso Salvini dalam buku The Art of Acting-nya Stella Adler mengatakan bahwa; 

Akting adalah suara, suara, dan suara (Adler, 2000:17) 

Maka Robin Williams berhasil melakukan akting dengan sangat baik. Di adegan pertama saja, kami sudah bisa melihat ia menguasai betul suaranya. Ia bisa merubah suaranya ke banyak warna suara, lalu bisa menggunakan banyak aksen, dan yang paling penting, semua yang ia ciptakan tidak palsu. Kita masih bisa menikmati apa yang sudah diciptakan oleh Robin.   

Masih membahas soal suara. Ketika tokoh Daniel Hillard yang dimainkan oleh Robin ini berubah menjadi Mrs. Doubtfire, ia berhasil memilih warna suara yang tepat, aksen yang pas, dan bahkan sentuhan-sentuhan sederhana yang menarik dari suaranya. Robin berhasil memunculkan ujaran-ujaran yang khas dari tokoh. Misalnya, kita bisa mendengar Mrs. Doubtfire beberapa kali, dalam akhir kalimatnya selalu mengucapkan “Dear”. Itu adalah salah satu sentuhan yang menurut kami menarik.

Apa yang kami katakan di atas maksudnya adalah bahwa Robin lagi-lagi tidak hanya merubah warna suaranya saja. Tapi ia juga menciptakan aspek lain dari suara yang lengkap, baru, dan tepat. Jika kita andaikan suara adalah seorang manusia, dan ia memiliki 3 dimensi, maka Robin berhasil menciptakan setiap dimensi itu dengan sempurna.  

Robin Williams

 

 

Pada pertengahan film, kami menemukan sebuah kesimpulan dari tokoh Daniel Hillard yang dimainkan Robin. Kami menemukan bahwa salah satu tiga dimensi dari tokoh ini adalah pengisi suara. Ya! Itu dijelaskan di awal film hingga baru kami sadari ketika menjelang pertengahan film. Kami akhirnya jadi sadar bahwa mungkin Robin mendapatkan tokoh yang tepat dengan dirinya di kehidupan nyata. Kenapa? Sejauh yang kami tahu, di kehidupan nyata, Robin juga merupakan seorang aktor yang bisa merubah-rubah suaranya. 

Tak ada hal lain yang bisa kami katakan kemampuan Robin merubah suara. Ia hampir bisa dikatakan sempurna karena bisa merubah suara sesuka hatinya. Tapi ada yang kami sayangkan. Ketika ia menjadi Daniel Hillard, Robin tidak banyak merubah suaranya. Kenapa? Sebelum membahas itu, kita bahas yang lain dulu. 

Sesuai sub judulnya, setelah suara, kita menemukan bahwa Robin memang seorang komedian yang handal. Semua yang ia ciptakan spontan, segar, dan yang pasti lucu. Tidak semua aktor bisa melakukan hal itu. Dari awal film sampai akhir kami mendapati komedi-komedi yang menarik dari Robin. Tidak dipungkiri, ia komedian yang hebat. 

Kami lalu bertanya, apakah itu komedi khas Robin Williams, atau cara berkomedi Daniel Hillard? Bukankah meskipun sama-sama berkomedi, tiap orang punya cara berkomedi atau cara melucu yang berbeda? Tapi kenapa kami melihat hal yang sama? 

Sekarang baru kami akan bahas kenapa di satu sisi Robin Williams berhasil, di sisi lain ia hampir bisa dikatakan gagal. 

Robin Williams yang Tidak Berubah!

Sebelum lebih lanjut membahas kenapa Robin Williams tidak cukup berhasil, mari bersepakat bersama bahwa kami melihatnya dari sudut pandang seni peran. Dimana salah satu prinsip yang kami pahami adalah bahwa dalam seni peran, seorang aktor mestilah bisa berubah menjadi manusia lain yang bukan dirinya. Ingat apa yang dikatakan oleh Jean Benedetti mengenai pengertian akting secara profesional dalam buku The Art of Actor; 

In professional acting there is a crucial leap. The basic impulse is there: the desire to communicate an experience of something that has happened, or might have happened, but it is done by pretending to be someone we are not. (Benedetti, 2007:12)

Jadi sedikit penjelasan, menurut Jean Benedetti, pengertian akting itu dibagi menjadi dua. Pertama adalah pengertian akting paling sederhana, yakni apapun yang dilakukan oleh setiap orang. Lalu pada pengertian kedua, ia membedakan akting dengan akting profesional. Dimana dalam akting profesional, secara sederhana, seperti yang tertulis di kutipan di atas, bahwa aktor harus mengkomunikasikan pengalaman yang ia alami, entah yang sedang atau sudah terjadi, tapi SEBAGAI orang lain yang bukan diri si aktor. 

Dari kutipan itu mari kita sepakat, setidaknya dalam melihat penciptaan Robin Williams di beberapa bagian ia tidak cukup berhasil menyampaikan apa yang dialami si tokoh dalam bentuk orang lain. Kenapa bisa begitu? Mari kita coba telaah satu persatu.

Pertama soal suara. Kalian bisa melihat cuplikan video ComparAct di bawah ini terlebih dahulu. Ini adalah video wawancara Robin yang jaraknya tidak terlalu jauh dari proses produksi Mrs. Doubtfire. 

Jika kalian dengarkan dengan baik, warna suara Daniel Hillard dan Robin William bisa kami bilang sama atau mungkin berubah, tapi tidak signifikan. Tidak banyak yang berubah dari warna suara Daniel dan Robin. Apa alasannya? Apakah karena kedua tokoh ini sama-sama bekerja sebagai komedian dan pengisi suara? Sehingga mereka mungkin bersuara sama? Sepertinya tidak begitu. 

Kalau di awal kami mengatakan bahwa Robin berhasil merubah warna suaranya dalam banyak bentuk, dan kami memuji itu, kami sekaligus menyayangkan. Kenapa kemampuan merubah warna suara yang luar biasa itu tidak juga dipakai untuk merubah warna suara Daniel Hillard? Padahal kami yakin, dengan kemampuan Robin mengubah-ubah suaranya itu ia pasti bisa dengan mudah menciptakan suara Daniel Hillard. 

Setelah suara Daniel yang tidak jauh berbeda dengan suara Robin, kami juga melihat bentuk tubuh yang sama selain suara. Coba perhatikan baik-baik soal caranya berjalan, cara Daniel tersenyum, caranya melambaikan tangan, dan laku tubuh yang lain, hampir semuanya sama dengan cara Robin. Itu yang semakin membuat kami yakin untuk mengatakan bahwa Robin Williams tidak sepenuhnya berhasil merubah diri sebagai Daniel Hillard. 

Mrs. Doubtfire yang Berhasil

Tapi kalau kita melihat dari sudut pandang Mrs. Doubtfire, maka kami bisa mengatakan Robin sebagai Mrs. Doubtfire jauh lebih berhasil daripada Robin sebagai Daniel Hillard. Kalau dalam bentuk Mrs. Doubtfire, kami bisa melihat Robin menggunakan semua kemampuan yang ia punya, terutama kemampuan untuk merubah warna suara. Dalam bentuk Mrs. Doubtfire, Robin berhasil memilih warna suara, aksen, dan tempo serta nada suara yang tepat. 

Sampai-sampai kami berani berkata bahwa yang menarik dalam film ini adalah penciptaan Robin atas Mrs. Doubtfire, bukan atas Daniel Hillard. Bahkan kami juga melihat bahwa ketika Robin menjadi Mrs. Doubtfire ia lebih bisa mengeksplorasi kemampuan aktingnya. Baik secara vokal, tubuh, pikiran, hingga emosi. Selain itu, ketika menjadi Mrs. Doubtfire ada banyak sekali bentuk acting dalam acting. 

 

Apa itu akting dalam akting? Kira-kira begini contohnya; Dalam film itu kita bisa melihat Mrs. Doubtfire dimainkan oleh Daniel Hillard, dan Daniel Hillard dimainkan oleh Robin Williams. Sehingga ketika Robin menjadi Mrs. Doubtfire, ia sebenarnya berakting sebagai Daniel Hillard yang berakting sebagai Mrs. Doubtfire. Kira-kira itu penjelasan sederhana soal akting dalam akting. Jadi dia akting, tapi dalam aktingnya itu ia juga sedang akting. 

Nah, akting dalam akting itu tidak mudah dilakukan. Karena ia harus membagi 2 kesadaran. Pertama adalah kesadaran tokoh aslinya, dalam hal ini Daniel Hillard, dan kesadaran yang kedua adalah kesadaran Mrs. Doubtfire. Kalian bisa melihat kesadaran ganda dalam akting Robin ketika menjadi Mrs. Doubtfire. Misalnya ketika adegan makan malam dimana ia harus bersama Stu, kekasih mantan istrinya. Kita bisa melihat ketidak terimaan dari Daniel Hillard. Tapi di satu sisi kita melihat Daniel sedang berupaya konsisten berakting sebagai Mrs. Doubtfire. 

Nah, akting dalam akting yang dilakukan oleh Robin bagi kami cukup berhasil. Ia berhasil membagi bagian tubuhnya dengan baik. Misalnya, ia membagi matanya untuk menyampaikan emosi ketidak terimaan atas Stuart. Lalu menyuruh bagian tubuh yang lain, misalnya mulut atau bagian tubuh yang lain untuk seolah-olah menerima Stuart. Kemampuan untuk membagi itu yang menarik. Tidak semua aktor bisa melakukannya dengan porsi yang tepat, dan yang paling penting logis dan sesuai dengan cara berpikir si tokoh. 

Selain itu, permainan akting dalam akting yang juga bisa kalian lihat adalah ketika Miranda Hillard, yang diperankan oleh Sally Field hampir menyadari bahwa Mrs. Doubtfire adalah orang yang ia kenal. Kita bisa melihat cara mengendalikan kekhawatiran yang menarik dari Robin. Bisa kita lihat upayanya untuk melemparkan pandangan ke bawah, berusaha menghindari kontak mata, lalu merubah sedikit nadanya dan menimpali dialog Miranda dengan kalimat yang tepat dan seolah bijak. Proses mengontrol itu yang menarik.  

Adegan lain yang juga berisi akting dalam akting adalah ketika Mrs. Doubtfire berbincang dengan Miranda tentang Daniel Hillard. Kita bisa melihat perjalanan emosi Mrs. Doubtfire yang menarik. Dari matanya, kita bisa melihat bahwa itu adalah mata milik Daniel Hillard. Tapi pada waktu yang bersamaan, kami melihat upaya mengontrol sebagai Mrs. Doubtfire yang bijak.

Emosi Daniel Hillard 

Kita sudah membahas tubuh dan perubahan Robin ke Daniel Hillard. Tapi kita baru membahas soal tubuh dan suaranya. Lalu bagaimana dengan emosinya? Apakah sama dengan tubuh dan suaranya yang tidak banyak berubah? Kalau pertanyaannya apakah ia menunjukkan cara memainkan emosi dengan berbeda, maka jawabannya tidak sepenuhnya. Karena dalam beberapa bagian cara menunjukkan emosi Daniel Hillard dan Robin sama. 

Tapi kalau pertanyaannya adalah apakah Robin berhasil memainkan dan juga menghidupkan emosi Daniel Hillard, maka jawabannya adalah Iya! Di film ini kita bisa melihat permainan emosi yang dinamis dari Daniel Hillard. Salah satu contohnya ketika adegan pertengkaran setelah pesta di awal film. Pada adegan tersebut kita bisa melihat emosi yang berjalan dinamis. Kita bisa melihat tangga emosi yang menarik dari awal adegan pertengkaran, dengan emosi bercanda, lalu berubah marah, hingga akhirnya menjadi sedih. Perubahan dari satu emosi ke emosi yang lain terasa logis, halus, dan tepat.  

 

Lalu dinamika emosi lain yang berhasil ditunjukkan dengan baik ada juga di adegan ketika ia mendengar anak-anak Daniel Hillard merindukannya. Kita bisa melihat respon tokoh yang menarik, dalam, sederhana, tepat, dan sesuai porsi. 

Emosi yang dalam sepertinya juga menjadi senjata Robin di film ini. Salah satu adegan yang menurut kami cara menjalankan emosinya menarik adalah ketika adegan terakhir di pengadilan. Kita bisa melihat emosi sedih dari tokoh tersebut. Kita mampu melihat kesedihan yang sangat dalam dari mata si tokoh. Ia juga berhasil mengejawantahkannya dalam nada, lemparan pandangan mata dan permainan tangan. 

Secara garis besar permainan Robin Williams menarik karena ia bisa merubah suaranya dalam banyak bentuk. Tapi yang disayangkan adalah kemampuan merubah suara itu tidak dipakai untuk merubah suara Daniel Hillard. Bagi kami, di film Mrs. Doubtfire ini yang menarik adalah permainan Robin ketika menjadi Mrs. Doubtfire. Saat ia menjadi Daniel Hillard, kami merasa Robin ada pada kualitas yang biasa-biasa saja dan tidak mengejutkan. 

Ini juga jadi jawaban dari pertanyaan kami, kenapa Mrs. Doubtfire tidak masuk Oscar sebagai Best Actor, bahkan nominasi. Meskipun ia berhasil menjadi peraih Golden Globe tahun itu. Bagaimana menurut kalian permainan Robin Williams? Apakah kalian sepakat dengan apa yang kami sampaikan atau sebaliknya? Coba tuliskan pendapat kalian di kolom komentar ya! 

Viva Aktor!

%d bloggers like this: