[Acting Review] Forrest Gump; Lalu Apa yang Menarik?

Forrest Gump

Jika kamu lebih suka mendengarkan daripada membaca, bisa mendengarkan versi Podcastnya DISINI.

Siapa yang tidak tahu dengan film Forrest Gump? Bisa dibilang film ini adalah salah satu film yang wajib tonton bagi banyak kalangan. Terutama orang-orang yang bergerak di dunia keaktoran. Film yang bercerita tentang kisah hidup seorang lelaki dungu bernama Forrest Gump ini menarik ketika dilihat dari banyak sisi. Dari segi cerita film ini menarik, dari segi penyutradaraanya juga menarik, apalagi dari segi keaktoran. Bisa dibilang salah satu alasan kenapa banyak orang merekomendasikan untuk menonton film ini adalah karena permainan Tom Hanks yang outstanding dalam film ini. Tentu saja outstanding, Forrest Gump adalah film dimana Hanks mendapatkan Oscar keduanya setelah Philadelphia. Bukan hanya itu, ia mendapatkan Oscar dua kali berturut-turut, yakni Philadelphia di tahun 1993 dan Forrest Gump di tahun 1994 yang menjadikannya satu-satunya aktor yang berhasil meraih Oscar dua kali berturut-turut sepanjang sejarah. Tapi apakah benar bahwa permainan Tom Hanks se-luar biasa itu? Berikut ini ulasan tentang permainan Tom Hanks di film Forrest Gump. Selamat membaca!

 

Ciptaan yang Hampir Sempurna!

Memang tidak ada kata lain selain ciptaan yang hampir sempurna dari Tom Hanks. Di menit pertama saja, kami sudah disuguhi bentuk yang sangat menarik dan berbeda dari Tom Hanks di kehidupan nyata dan di film sebelumnya, dalam hal ini Philadelphia. Apa yang sangat membedakan di menit pertama kemunculannya adalah cara tokoh Gump duduk. Pada pandangan pertama kami melihat cara duduk yang sudah sangat berbeda. Seperti yang kamu tahu (bagi yang sering nonton film ini), adegan pertama adalah adegan dimana ia duduk di semacam kursi taman di dekat halte menunggu bus. Dalam adegan itu kami dibuat tercengang beberapa kali (Meskipun kami juga sudah menonton film ini berkali-kali, tapi masih tercengang juga).

Setelah cara duduk yang sedikit tapi cukup mencuri perhatian kami, ketika tokoh ini bersuara, kami dibuatnya speechless. Pada pendengaran pertama, kami mendapati cara bicara yang berbeda. Dari mulai aksen, penekanan pada beberapa kata, pemilihan nada, hingga dinamika dialog, semuanya berbeda. Hal yang membuat cara bicara ini spesial adalah kisah di balik penemuannya. Tom Hanks dikabarkan menggunakan cara bicara ini karena si anak kecil yang memerankan Forrest muda tidak bisa merubah aksennya. Ia pun mengatakan pada si sutradara agar dia saja yang mengikuti cara bicara si anak kecil itu. Hasilnya di luar dugaan! Cara bicara, nada, aksen, dan hal-hal detail yang berhubungan dengan suara bisa dibilang sangat pas dengan tokoh Forrest. Entah ini diperhatikan betul oleh Hanks atau tidak, tapi pada bagian cara bicara, bentuk yang ia ciptakan senyawa dengan tokoh Forrest yang seorang dungu tapi baik hati ini.

Tapi keterpukauan kami atas ciptaan itu tak berlangsung lama. Setelah kami perdengarkan baik-baik, cara bicaranya memang berubah drastis, tapi warna suara Tom Hanks bisa dibilang tidak berubah sangat drastis. Coba perhatikan sesi wawancara yang terjadi 4 tahun sebelum Forrest Gump rilis ini;

 

Lalu coba kamu bandingkan dengan warna suaranya ketika sudah menjadi Forrest Gump. Ingat, fokuskan pada warna suara ya! Bukan caranya berdialog.

 

 

Dari apa yang kami tangkap, warna suara Tom Hanks di kehidupan nyata dan di Forrest Gump terasa sama. Coba sekarang bandingkan dengan warna suara yang ia ciptakan di Philadelphia;

 

 

Tidak dipungkiri, warna suaranya di kehidupan nyata, Philadelphia, dan Forrest Gump bisa dibilang sama. Ingat, fokus pada warna suara ya, bukan pada caranya berbicara, aksen, dinamika, atau nada. Dari segi warna suara Tom Hanks ternyata tidak menciptakan warna suara yang “baru”. Setelah kami tahu itu, kami tetap saja dibuat tercengang karena dengan warna suara yang hampir sama, Tom Hanks bisa membuatnya terasa berbeda. Ketika kami mencoba untuk menganalisis suaranya, kami menemukan bahwa caranya berbicara, aksen yang dipilih, dan dari mana suara itu berasal, berhasil membuat warna suara yang “tidak cukup tercipta” itu menjadi mencengangkan.

Kami kemudian mencoba melihat dari mana bunyi suara itu berasal. Kami mencoba menirukannya dan mendapati bahwa bunyi yang dimunculkan tokoh Forrest Gump pada suaranya itu berasal dari area di sekitar jakun agak sedikit ke bawah. Terutama pada pengucapan beberapa huruf konsonan seperti G. Sementara ketika kami memperhatikan suara Tom Hanks yang asli, kami tidak menemukan “asal bunyi” yang sama seperti Forrest Gump. Anyway, meskipun warna suaranya masih mirip, caranya berbicara, nada, asal suara, aksen, dan hal lain berhasil menutupi kemiripan tersebut.  

Setelah membahas soal suara, yang mungkin oleh banyak orang sampai sekarang menjadi salah satu poin wajib yang harus diperhatikan ketika menonton film Forrest Gump, kita akan membahas soal bahasa tubuh yang juga berubah cukup drastis. Pertama adalah cara duduk, seperti yang sudah kami ungkapkan di atas. Tokoh Forrest ciptaan Tom Hanks ini memiliki cara duduk yang berbeda. Cara duduknya seperti hidup dan senada dengan tokohnya yang (jika kalian membaca di Wikipedia, maka kalian akan mendapati istilah “a slow-witted but kind-hearted man” yang jika diterjemahkan artinya lelaki dungu yang baik hati) telat mikir atau telmi. Selain cara duduknya, pada adegan berikutnya kami juga disuguhi cara menunjuk yang berbeda. Coba tonton lagi film ini dan lihat cara Forrest menunjukan sepatu milik si suster. Kalian akan menemukan cara menunjuk yang lain dan somehow punya rasa seperti anak kecil yang sedang menunjuk.   

 

Bukan hanya soal cara duduk dan cara menunjuk. Kami juga menemukan hal yang berbeda di cara berjalan dan bahkan pada cara berlari. Hampir di semua adegan sepanjang film kita bisa melihat cara berjalan yang berbeda. Sementara kalau soal cara berlari, salah satu yang paling terlihat adalah di adegan ikonik yang “Run Forrest, Run!”. Dalam caranya berlari, kita bisa melihat bentuk tangan yang berbeda, torso yang tetap dikendalikan untuk tetap tegak, dan bentuk kaki yang lain ketika tokoh Gump sedang berlari.

Selain cara berjalan dan berlari yang menarik, kami melihat bentuk ekspresi yang juga menarik dari tokoh ini. Jika kalian memperhatikan di adegan pertama sebelum masuk ke flashback Forrest muda, cara Forrest dewasa mengingat sama persis dengan cara Forrest kecil mengingat. Sepertinya hal itu benar-benar diperhatikan oleh Tom Hanks. Ia sepertinya tidak hanya menirukan warna suara si bocah kecil itu saja, tapi sangat detail hingga bagian ekspresinya.

Sepanjang film Tom Hanks dengan sukses menyuguhkan pada kami seorang lelaki yang dungu tapi baik hati. Semua gesture, cara bicara, hingga ekspresi yang diciptakannya berhasil membuat kami meyakini bahwa ia adalah tokoh yang dungu, polos, tapi baik hati.

 

Respon yang Sangat Hidup!

Setelah kita sudah banyak menyinggung soal capaian fisik yang hampir sempurna itu, kali ini kita akan coba membicarakan soal respon-respon yang diciptakan Tom Hanks sepanjang film. Kami bisa mengatakan bahwa pada setiap respon yang dikeluarkan Forrest sepanjang film sangat otentik dan hidup. Respon yang ia munculkan bukan respon Tom, tapi respon Forrest atas peristiwa. Salah satu dari sekian banyak respon yang menarik adalah ketika ia melihat pidato Gubernur di depan kampusnya soal perizinan sekolah untuk kulit hitam. Kami disuguhi respon yang jujur dan otentik dari Forrest. Kami melihat keluguan dalam respon yang dimunculkannya. Terlebih lagi ketika ia disandingkan dengan pemain lain yang ada di respon “serius”. Tapi justru respon yang dimunculkan Tom adalah respon yang paling manusiawi di antara yang lain.

Bukan hanya itu, respon menarik lainnya bisa kamu lihat di adegan ketika ia pertama kali menyentuh payudara perempuan. Jika kami telaah satu-persatu respon tersebut dari gerak tubuh, maka yang paling menarik adalah bagaimana matanya bermain. Kami melihat pergerakan mata yang menjadi wakil dari kegelisahan Forrest untuk pertama kalinya memegang payudara. Kita memang tidak disuguhi kegelisahan yang besar dari gerakan tubuh (maksudnya pundak ke bawah). Kita hanya disuguhi tatapan mata yang hidup dan berhasil menjadi wakil dari perasaan gelisah seorang lelaki yang luar biasa polos. Bukan hanya permainan matanya saja yang menarik, tapi juga tangga emosi yang dijalankan hingga ke dialog “owh”. Jika diperhatikan betul, kamu akan melihat kegelisahan yang muncul di mata, kemudian perlahan kegelisahan itu mengalir ke area leher hingga torso. Hingga akhirnya ia berani menoleh ke arah payudara itu. Sampai akhirnya dialog “owh” itu muncul tepat setelah ia menoleh. Tangga emosi dan pergerakan tubuh yang diciptakan Tom Hanks hidup dan menarik. Semua respon itu sesuai dengan tokohnya yang menurut beberapa orang terkena semacam “perkembangan mental yang melambat”.

 

Sepanjang film kami disuguhi banyak sekali respon yang menarik dan hidup. Bukan hanya sekedar ada sebagai respon atas peristiwa saja, tapi ada sebagai respon atas peristiwa yang dialami oleh seorang lelaki dungu yang mengalami perkembangan mental yang lambat. Selain soal respon pada peristiwa, cara Tom Hanks menciptakan Gump ketika menghadapi beberapa tokoh yang berbeda juga menarik. Tidak ada bentuk “menghadapi tokoh” yang sama persis. Pasti ada yang sedikit berbeda, entah dari nada bicara, caranya bermain mata, caranya mengendalikan tubuh, dan banyak lagi. Semua ciptaannya itu selalu berbeda ketika menghadapi tokoh yang setidaknya memiliki kedekatan yang berbeda dengan Forrest.  

Pada hampir semua bentuk emosi yang ditunjukkan oleh Forrest Gump, semuanya menarik. Dari mulai emosi bahagia, emosi marah, hingga emosi sedih. Ia berhasil menunjukkan semua emosi itu dengan bentuk yang bisa dibilang sangat sederhana. Meski sederhana, tiap bentuk itu mampu memberikan vibrasi yang sangat kuat pada penontonnya, dalam hal ini kami tentunya. Bahkan ketika adegan perang, saat ia terus memaksakan dirinya mencari Bubba, dialog yang ia keluarkan untuk terus mencari Bubba menarik. Nada dan timing dari dialog itu terasa sederhana, tepat, tapi hidup. Kami bisa merasakan bagaimana seharusnya seorang manusia menyelamatkan sahabatnya dan memegang janjinya. Kepolosan yang diciptakan oleh Tom Hanks pada tokoh ini membuatnya lebih manusiawi dari pada manusia di sekitarnya.  

Selain itu, salah satu adegan yang menjadi favorit kami adalah ketika ia tahu bahwa Forrest, anak Jenny, adalah anaknya. Caranya terkejut, caranya tidak percaya, semua bentuk ekspresi yang dikeluarkannya sangat menarik. Sederhana, seperti tokohnya, tapi berarti besar, seperti apa yang dirasakan tokohnya.

 

Lalu Apa yang Menarik Dari Forrest Gump?

Yups! Itu pertanyaan yang malah selalu muncul di pikiran kami ketika menonton, hingga menuliskan review ini. Kalau semuanya menarik, lalu apa yang menarik? Jika kita melihat ciptaan Tom Hanks dari sudut pandang fisiologis, sudah jelas sangat menarik. Jika dilihat dari sudut pandang sosiologi juga sangat menarik. Apalagi dari sudut pandang psikologis, ciptaan Tom Hanks sangat menarik. Tapi kami tetap bertanya, apa yang menarik selain hal menarik itu? Mungkin bagi sebagian anda, ciptaan fisik yang bagus, sosiologis yang lengkap dan psikologis yang detail jadi sangat membosankan. Istilahnya, “ya sudah bagus, terus apalagi?” Tapi akhirnya kami menemukan jawabannya. Setidaknya untuk sementara.

Satu hal yang paling menarik dari semua ciptaan Tom Hanks yang menarik di film ini adalah keberhasilannya menjadi Nyawa dari film ini. Yes! Itu adalah hal yang sangat penting dari semua ciptaan Tom Hanks yang incredibly outstanding! Jika kalian menyadari, film ini sejatinya bicara soal manusia yang kini sudah “tidak otentik” lagi dalam menunjukkan perasaannya. Tidak seperti anak kecil yang jujur menunjukkan perasaannya. Gump berhasil muncul sebagai tokoh yang membawa pesan itu. Bukan hanya sebagai pembawa pesan, tapi ia berhasil muncul sebagai nyawa dari film ini secara keseluruhan. Ia berhasil menyentil banyak pihak yang merasa dirinya paling manusiawi. Kami pikir, itulah yang paling spesial dari semua ciptaan Tom Hanks yang spesial. Kalau menurut kalian? Coba tinggalkan di kolom komentar dan jangan lupa untuk membagikan tulisan ini jika kalian rasa tulisan ini cukup baik untuk dibagikan. Membagikan kebaikan itu gratis dan berhadiah!

Viva Aktor!

%d blogger menyukai ini: