fbpx

Promising Young Woman; Is This Really Promising?

Promising Young Woman

Permainan Carey Mulligan di Promising Young Woman mendapatkan banyak penghargaan tahun ini. Mulai dari Critics’ Choice Award dimana ia mendapatkan aktris terbaik, lalu Golden Globe dimana Carey hanya berhasil masuk sampai jajaran nominasi Aktris Terbaik untuk Motion Picture-Drama, Screen Actors Guild Awards yang pengumumannya belum keluar, dan banyak penghargaan lainnya. Termasuk salah satu yang paling baru ia dapatkan adalah nominasi Aktris Terbaik Oscar tahun ini. Kami sudah sempat menonton film ini dengan menyewa filmnya di Amazon. Anyway, kalau kalian mau menonton, kalian bisa menyewanya di Amazon, Google Play, atau di platform yang lain. Setelah kami menonton, sejujurnya kami agak ragu dan banyak bertanya. Kami tahu ada sesuatu yang menarik dari permainan Carey, tapi kami belum menemukan jawabannya. Akhirnya, kami pun menonton untuk yang kedua kalinya. Dan hasilnya? Baca atau tonton sampai habis!

 

Carey Mulligan Masuk “Selera Oscar”

Satu hal yang pasti, setelah kami selesai menonton permainan Carey Mulligan, kami tahu betul kalau tokoh-tokoh bertipe seperti Cassie (tokoh yang dimainkan Carey Mulligan) adalah tokoh yang sangat masuk selera Oscar. Terutama untuk kategori Best Actress. Kalau kalian belum tahu, tokoh-tokoh yang menurut kami masuk ke selera Oscar untuk kategori Best Actress adalah tokoh yang punya kompleksitas emosi, pada adegan yang dilaluinya punya kedalaman, dan dalam melakukan emosi tersebut si aktris memiliki intensitas. Setidaknya 3 hal itulah yang jadi alasan utama seorang tokoh masuk ke dalam selera Oscar. Kalau di Best Actress kita hampir tak perlu menilai capaian fisiologis. Meskipun jika ada yang berhasil masuk ke nominasi dan memiliki capaian fisiologis, seperti misalnya ia bermain sebagai tokoh biopic dan capaian fisiologisnya sangat signifikan dan konsisten, maka sudah bisa dipastikan ia akan mendapatkan Best Actress. Seperti yang terjadi pada Renee Zellweger ketika ia bermain sebagai Judy Garland di film Judy atau ketika Charlize Therone bermain di Monster. Tapi tidak semua ya! Selengkapnya akan kita bahas di prediksi Oscar. 

Lalu apa yang sudah dicapai oleh Carey Mulligan sehingga ia berhasil masuk ke jajaran nominasi Best Actress Oscar? Bahkan bukan hanya Oscar. Ia juga masuk di Critics’ Choice Award, SAG Awards, Golden Globe, dan BAFTA. 4 penghargaan yang jadi parameter kami untuk melihat apakah seorang aktor atau aktris akan masuk Oscar dan mendapatkan penghargaan Best Actress atau tidak. 

Kalau bicara soal capaian fisiologis, kami nggak bisa bilang tidak ada, juga tidak bisa bilang ada. Kami pikir bentuk tubuh diam karakter ini tidak banyak berubah jika dibandingkan bentuk tubuh Carey Mulligan. Mungkin pada akhirnya kami bisa bilang ada, tapi capaiannya sedikit. Misalnya pada laku tangan yang menghitung jari sendiri, atau juga pada aksen yang kemudian mengubah sedikit sekali warna suara. Sedikit sekali sampai hampir tidak terdengar perubahan warna suaranya. Tapi jika di dengarkan lebih teliti, kita bisa mendengar suara yang jadi agak besar dan ruang resonansi dominan yang jadi agak bergeser. Kami rasa perubahan itu terjadi secara otomatis ketika Carey mengubah aksennya. Sekedar informasi, Carey ini aktris Inggris dan tentu logat Britishnya begitu kental. Tapi ketika kita mendengar Cassie bicara, tidak ada logat British. Jadi, secara fisiologis ada capaian tapi sedikit. Sangat sedikit mungkin, apalagi ketika kita menjadikan Renee Zellweger atau Meryl Streep, atau Marion Cotillard ketika menjadi Edith Piaf, atau juga Charlize Theron ketika menjadi Aileen Lee Wuornos sebagai perbandingan. 

Lalu bagaimana dengan permainan emosi? Ini yang kami bilang di awal menonton kami merasa ada sesuatu yang menarik tapi kami belum menemukan apa itu sehingga kami memutuskan untuk menonton kedua kalinya. Pada permainan emosi ini lah kami pikir Carey Mulligan sangat berhasil. 

 

 

Kami jelaskan sedikit dulu soal Cassie, tokoh yang dimainkan Carey Mulligan di Promising Young Woman. Cassie ini adalah tokoh dengan masa lalu yang begitu kelam. Ia bahkan mungkin sudah membangun dendam kesumat bertahun-tahun karena kematian sahabatnya, Nina. Tapi Cassie bukan seorang wanita dengan dendam yang meledak-ledak. Kami bisa bilang Cassie dibangun sebagai tokoh yang luar biasa cerdas, terutama dalam hal menyembunyikan emosinya. Nah, ini yang jadi poin penting dalam semua capaian permainan Carey Mulligan. 

Hal itu membuat beberapa kesan muncul dari karakter ini. Misalnya kesan masa bodoh yang sangat kuat muncul. Tapi kami tahu bahwa itu bukan masa bodoh, melainkan kemampuan Cassie untuk tidak terikat pada apapun “kekejian” yang akan atau sudah dia lakukan. Hanya saja, kami sebagai penonton atau sebagai orang lain selain Cassie menerjemahkan itu sebagai masa bodoh. Kesan itu bahkan dijalankan dengan sangat baik, menarik, sekaligus otentik pada semua adegan. Coba perhatikan kesan masa bodoh yang muncul ketika Cassie berhadapan dengan orang tuanya, lelaki lain yang akan jadi korbannya, teman satu tempat kerjanya, dan orang-orang yang bertemu Cassie. Semua kesan masa bodoh yang muncul dari permainan Carey Mulligan terlihat berbeda, otentik, dan menarik setiap bertemu karakter yang berbeda. 

Nah, kesan masa bodoh, atau berusaha tidak terikat emosi pada apapun selain dirinya sendiri dan mendiang sahabatnya, Nina, membuat tokoh ini kelihatan begitu misterius. Kesan misterius itu malah kemudian mendekati kesan psikopat di Promising Young Woman. Apalagi jika kita ikut mendengarkan musik dari Promising Young Woman ini. Di beberapa adegan tertentu, musiknya terasa sebagai “musik psikopat”, begitu kami menyebutnya. Musik itu memperkuat kesan psikopat. Padahal, Cassie tidak begitu. Ia hanya tidak ingin terikat emosi pada apapun selain dirinya sendiri dan sahabatnya. 

Kemudian satu lagi yang menarik dari permainan Carey Mulligan di Promising Young Woman adalah kondisi tokohnya yang memiliki emosi berlapis. Tapi kami bisa bilang lapisannya begitu tipis sampai di awal kita tak bisa melihat kalau karakter ini berbohong. Coba perhatikan adegan-adegan awal. Kita, atau setidaknya kami sebagai penonton dibawa untuk percaya bahwa Cassie adalah seorang psikopat. Tidak ada kepura-puraan sama sekali bahwa ia psikopat. Seolah-olah cuma ada satu emosi saja yang berjalan. Padahal menurut kami tidak. Emosi yang berjalan di tokoh ini luar biasa banyak. Ada marah, dendam, dan banyak emosi lain yang muncul ketika Cassie berusaha menjebak setiap lelaki yang ia temui di bar. Tapi Cassie adalah tokoh yang pintar memilih emosi mana yang ingin ia munculkan. Akhirnya, kesan sangat pandai menyembunyikan emosi jadi muncul pada Cassie. 

Kondisi macam itu tidak hanya terjadi ketika Cassie memang merencanakan untuk “berburu” lelaki brengsek, tapi juga bisa on the spot. Coba perhatikan adegan ketika tiba-tiba si Ryan berhenti di depan apartemennya dan mengajak Cassie masuk ke apartemen setelah berkencan. Kita bisa melihat ada perubahan emosi yang tipis sekali pada Cassie. Tapi kemudian perubahan emosi itu dengan cepat ditutup oleh Cassie. Kita bisa melihat laku mundur sedikit dan sedikit perubahan pada ekspresi wajah. Tapi kemudian dengan cepat diantisipasi oleh karakter ini. Ini yang kemudian membuat emosinya, mau tak mau akan berlapis. 

Lalu masih berlanjut di adegan yang sama, Ketika Ryan pergi ke dalam apartemen terus Cassie pulang, kita bisa melihat emosi yang asli mulai muncul perlahan tapi tetap terkontrol dengan baik. Dengan cukup jelas kita melihat langkah kakinya makin cepat dan semakin ia dekat dengan tempat sampah ekspresinya semakin berubah, hingga akhirnya Cassie meledak dengan tepat di tempat sampah. Ledakan dan jalan menuju ledakan itu kami pikir tepat dan relevan dengan Cassie yang dibangun sebagai karakter yang sangat pandai mengontrol emosinya. 

Pada hampir sepanjang film Promising Young Woman, adegan-adegan dengan emosi berlapis dan pengendalian emosi muncul sangat banyak. Kamu bisa melihat di adegan ketika bertemu dengan Madison di sebuah restoran, saat bertemu dengan Dekan Walker, dimana kesan cerdas, sakit, sekaligus kuat muncul bersamaan, dan banyak adegan lain. Bukan hanya pengendalian emosi saja yang banyak muncul, menariknya lagi Carey Mulligan tetap menjalankan semua emosi berlapis dari karakternya ini dengan dinamis. Coba perhatikan di adegan terakhir ketika Cassie bertemu Al Monroe dan akan menyayat perut Al. Kita bisa melihat pengendalian emosi, dan dinamika muncul. Hal ini semakin membuat Cassie hidup. 

 

 

Cassie nampak seperti seorang penipu ulung dengan kemampuan mengendalikan emosi yang sempurna kan? Tentu tidak! Cassie tetap dibangun sebagai manusia biasa. Cassie bukan karakter yang mampu mengendalikan emosinya dengan sempurna. Coba perhatikan ketika ia mendengar nama Al Monroe disebut pertama kali. Di sana untuk pertama kalinya sepanjang film, kita bisa melihat emosi yang hanya satu layer dan sangat jelas. Emosi Cassie terlihat gamblang dan tidak ada tedeng sama sekali. Disanalah, ketidak sempurnaan Cassie membuatnya menjadi tokoh yang sempurna. 

Bukan hanya di adegan tersebut, di adegan ketika ia sendirian di kamar pun kita bisa melihat emosi yang jelas dan laku tubuh yang betul-betul merepresentasikan emosinya. Tidak ada yang ditutupi lagi kali ini. Semuanya terlihat gamblang. Kami pikir adegan itu relevan, karena perlu diketahui bahwa di dalam kamar dan sendirian adalah ruang yang sangat personal dan private untuk Cassie. Sehingga tidak perlu tedeng aling-aling sama sekali. 

Dan lagi, Cassie adalah manusia biasa. Ia pasti selalu membutuhkan sesi pelepasan. Di Promising Young Woman selalu ada sesi pelepasan. Menendang tempat sampah dan menghancurkan lampu serta kaca depan pengendara lain adalah sesi pelepasan yang dimiliki Cassie. Nah, pada adegan-adegan itu Carey Mulligan melakukannya sesuai porsi. Kita bisa melihat ia memang berusaha melepaskan emosi yang selama ini ia tahan, tapi sekaligus seperti bilang pada dirinya sendiri kalau “Oke, sudah cukup, emosi sudah keluar. Kita baik-baik saja, mari berpura-pura lagi”. 

Kompleksitas emosi dari Cassie di Promising Young Woman adalah alasan utama kami menganggap Carey Mulligan memang layak untuk masuk nominasi Best Actress di Oscar. Tapi kalau untuk mendapatkannya, kami rasa ia masih kalah kompleks dan dalam jika dibandingkan dengan Vanessa Kirby di Pieces of a Woman. 

Promising Young Woman, Is it Really Promising?

Lalu jika pertanyaannya adalah apakah Promising Young Woman cukup menjanjikan? Maka jawabannya tentu. Film ini cukup menjanjikan dan layak ditonton. Kami rasa yang membuat Promising Young Woman begitu menjanjikan, selain permainan Carey adalah naskah dan sutradaranya. Coba perhatikan baik-baik penulisan naskah ini mulai dari penyusunan tangga dramatik, peletakan spektakel, momen memunculkan kejutan, semuanya kami rasa tepat. Dikombinasikan dengan permainan Carey Mulligan, Promising Young Woman jadi sangat layak untuk ditonton. 

Itu menurut kami, menurutmu?

Terima kasih, viva aktor