[Flash Review] Doctor Sleep; Nothing Special

Doctor Sleep

Doctor Sleep adalah sekuel dari film The Shining tahun 1980. Film ini disutradarai oleh Mike Flanagan dan dibintangi oleh Ewan McGregor. Sebelum tanggal rilis serentaknya di Indonesia, film ini ditunggu oleh banyak orang. Mereka menunggu Doctor Sleep karena mungkin berpikir film ini akan se-masterpiece karya Stanley Kubrick lainnya. Belum lagi ketika film ini merupakan adaptasi dari novel Stephen King. Dari sana mungkin ekspektasi yang tinggi bermunculan. 

Tapi apakah benar film ini sesuai ekspektasi? Apakah benar juga bahwa Doctor Sleep garapan Mike Flanagan ini memiliki kualitas yang sama dengan Stanley Kubrick? Flash review ini bebas spoiler. Jadi aman untuk dibaca sampai akhir. 

 

 

Doctor Sleep Tak Se-spesial itu

Kami mungkin bagian dari sekian banyak orang yang memiliki ekspektasi tinggi atas film ini. Terlebih ketika kami pernah melihat The Shining, dan tahu bahwa sekuelnya akan dibuat. Tapi di sisi lain kami juga berusaha mengendalikan ekspektasi kami atas film ini. Kenapa? Pertama, karena sutradaranya bukan Stanley Kubrick. Seperti yang kami sebutkan di atas, sutradaranya adalah Mike Flanagan yang memang punya rekam jejak membuat film horor, tapi bukan film horor yang mendapat sambutan sangat baik.

Kedua, adalah karena yang bermain Ewan McGregor. Sejauh yang kami tahu, Ewan McGregor tak pernah punya rekam jejak permainan yang mencuri perhatian. Jadi kami berusaha mengendalikan ekspektasi atas film ini. Dan beruntunglah pengendalian itu membuahkan hasil. Karena sejauh yang kami lihat, kami tak mampu menangkap sesuatu yang menarik dari film ini. 

Bagi kami yang menonton, Doctor Sleep akhirnya tidak menjadi film yang penuh gejolak psikis dan bentuk teror yang lain. Film ini malah lebih terlihat seperti film superhero. Kenapa begitu? Kami melihat cara Mike Flanagan membawakan cerita ini tidak terasa horor sama sekali. Film ini justru lebih terasa heroic. Horor memang terasa, tapi di awal saja. Film ini malah lebih mirip film Chronicle. Sekumpulan anak muda yang tak sengaja bertemu pesawat alien dan kemudian bisa terbang. 

Entah apa yang diinginkan oleh Mike, tapi rasanya ia ingin membuat semua hal dalam film ini terasa logis dan sangat realis. Atau mungkin sebaliknya? 

Memang, dalam film ini ada banyak sekali spektakel-spektakel yang menarik. Dalam sudut pandang kami, caranya membawakan spektakel itu halus sekali. Kejutan-kejutan yang muncul juga disampaikan dengan halus. Meskipun di akhir film, banyak kejutan yang terbaca. Dan lagi, ending film ini hampir terbaca. 

Doctor Sleep

Bagaimana Ewan McGregor? 

Lalu bagaimana dengan permainan para aktornya? Terutama Ewan McGregor? Apakah ia berhasil membuat film ini spesial? Nyatanya tidak. Permainan Ewan McGregor bahkan terkesan biasa saja. Tidak ada capaian 3 dimensi yang signifikan. Misalnya saja dalam soal capaian fisiologis, tidak ada yang banyak berubah kecuali suara dan sedikit tampilan di wajah. Sisanya biasa-biasa saja. Sementara untuk capaian psikologisnya pun kurang lebih sama. Tidak ada permainan psikologis yang begitu terlihat dan setidaknya bisa dinikmati. Bukannya tidak ada capaian. Ada, tapi tidak signifikan. Capaian-capaian itu antara lain adalah soal pertumbuhan tokoh, dan gejolak di awal adegan. Tapi capaian itu pun tidak sangat signifikan.  

Kami pikir akan ada satu dua pemain yang punya capaian mencengangkan. Setidaknya pada yang menirukan Jack Nicholson waktu muda. Sayangnya tidak. Benar-benar tidak ada capaian yang menyenangkan dari sudut keaktoran. 

Doctor Sleep tidak melebihi ekspektasi kami. Bahkan ia berada jauh di bawah ekspektasi kami. Film ini lebih seperti film Superhero yang pasaran dari pada sebuah horor psikologis seperti The Shining

Terima kasih, viva aktor!

%d bloggers like this: