Pendekatan Robert Pattinson yang Menarik di The Lighthouse

Selamat datang di artikel Actpedia yang lebih panjang. Dalam artikel ini, kita membahas Actpedia yang biasa kita posting di Instagram dengan lebih panjang dan agak sedikit dalam. Kami akan mengusahakan untuk selalu membuat artikel pembahasan yang agak dalam soal fakta-fakta menarik dari proses para aktor. Nah, dalam Actpedia kali ini kita membahas soal pendekatan Robert Pattinson di film The Lighthouse. 

robert pattinson

 

 

Pendekatan Robert Pattinson yang Cukup Aneh

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari beberapa situs berita termasuk IMDb, pendekatan menuju tokoh yang aneh dilakukan oleh Robert Pattinson di film The Lighthouse. Jika biasanya pendekatan ke tokoh terlihat keren seperti misalnya yang dilakukan Daniel Day-Lewis ketika bermain The Last Mohican dimana ia berdiam diri di hutan selama beberapa bulan. Atau yang dilakukan Heath Ledger dimana ia mengunci diri di sebuah apartemen selama beberapa bulan untuk menciptakan tokoh Joker. Pendekatan Robert cukup aneh. 

Dalam fakta tersebut dituliskan bahwa Robert Pattinson memukul wajahnya sendiri dengan sangat keras dan menusukkan jarinya ke pangkal tenggorokan agar ia muntah. Hal ini ia lakukan sebelum masuk ke adegan-adegan yang emosional dalam film. Kami belum menonton filmnya, karena memang belum rilis di Indonesia. Kami pun tak tahu apakah film ini rilis disini. Semoga rilis.

Tapi di luar itu, pendekatan Robert Pattinson untuk masuk ke sebuah adegan emosional cukup menarik tapi juga aneh. Jika banyak aktor akan berusaha membangun halaman nol, menciptakan peristiwa terlebih dahulu seperti Daniel Day-Lewis di In The Name of Father, dimana ia tak makan dan tidur selama tiga hari untuk adegan interogasi, Pattinson tidak melakukan itu. Kami tak memahami betul apa pertimbangannya. 

Tapi yang pasti, dari apa yang kami baca dan coba logikakan, Pattinson mengenali dirinya dan mengenali tokohnya dengan baik. Sehingga, ia mungkin merasa bahwa akan sangat sulit untuk membuat si tokoh merasa emosional hanya dengan membayangkan kehidupan si tokoh atau cara mainstream lainnya. Atau mungkin bukan persoalan tokohnya. Hanya saja Pattinson mengenali dirinya. Ia mungkin merasa tidak sangat lihai jika harus membayangkan peristiwa sebelumnya dan membentuk sejarah tokoh lalu membuat semacam tombol on/off yang bisa dipakai sesuka hati. 

Atau, persoalan lain juga bisa terjadi. Mungkin saja memang pada proses shooting tidak memberikan waktu dan suasana yang cukup untuk membangun emosi tersebut. Sementara demi menuruti kebutuhan produksi, Pattinson harus menemukan jalan pintas. Maka diambilah cara tersebut. Atau kemungkinan yang lain. Lagi-lagi, ini hanya tebak-tebakan berhadiah saja dan berlaku sok pintar sambil berdoa supaya kami diberi kesempatan tuhan untuk bertemu Robert dan bertanya soal ini. Amin!  

 

 

Mau Seaneh Apapun, Persiapan Tokoh itu Perlu

Dari semua keanehan bentuk itu dengan berbagai alasan yang kami coba karang biar artikel ini cukup panjang, satu hal yang harus dipahami betul oleh para aktor yang membaca ini. Persiapan tokoh itu perlu. Ingat, aktor sejatinya seperti atlet. Sebelum bertanding, ia harus berlatih dulu. Dan ingat juga, Atlet tidak berlatih hanya ketika ia mau bertanding, tapi jauh hari sebelumnya dan bahkan dari beberapa tahun sebelumnya ia selalu konsisten berlatih sekian jam setiap hari. 

Nah, aktor harus memahami kondisi itu. Dalam sebuah obrolan bersama Kiki Narendra dan Eduwart Manalu yang akan rilis di Bincang Aktor minggu depan, kerja aktor sesungguhnya bukan ketika ia memulai shooting. Tapi ketika ia sedang mempersiapkan tokoh. 

Jadi untuk para aktor, yang mengaku aktor, atau yang tidak mau mengaku aktor tapi berkecimpung dan nyari duit di dunia seni peran, pahami satu prinsip yang penting. Persiapan untuk masuk ke dalam tokoh itu sangat perlu. Entah bagaimana pun bentuknya, seaneh apapun bentuk itu, persiapan tokoh itu perlu. 

 

Thank you yak! Viva aktor!

%d bloggers like this: