Latihan Tubuh Terbaik Dalam Seni Peran

Kalian pasti sempat bertanya, apa latihan tubuh terbaik untuk aktor dan aktris? Banyak yang mengatakan harus ikut bela diri ini, harus ikut latihan menari, atau bahkan ada yang bilang cukup membuat tubuh selalu bugar saja dengan olahraga rutin. Lalu mana yang benar? Mana yang paling baik? Apa latihan tubuh terbaik dalam seni peran? 

Dalam artikel ini kita akan membahas latihan tubuh terbaik dalam seni peran. Benarkah asal olahraga saja? Atau ada latihan tubuh yang spesifik? 

Latihan Tubuh Terbaik

 

 

Prinsip Dasar Latihan Tubuh Terbaik 

Hal pertama yang perlu dipahami sebelum masuk pada apa bentuk latihan tubuh yang paling tepat adalah prinsip dasarnya. Kalau kita bicara prinsip dasar, maka kita harus mengutip apa yang dikatakan oleh salah satu Teatrawan Indonesia yang membuat buku keaktoran berjudul Menjadi Aktor, Suyatna Anirun. Dalam bukunya, Suyatna Anirun berkata; 

Latihan tubuh adalah suatu proses pemerdekaan. (Anirun, 1998;154)

Sebelum menggunakan pernyataan Suyatna Anirun sebagai prinsip dasar dalam olah tubuh, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud Suyatna dengan “pemerdekaan”. 

Dalam pemahaman kami, pemerdekaan yang dimaksud Suyatna adalah bahwa tubuh seorang pemeran tidak boleh menjadi penghalang pemeran untuk bergerak. Karena ketika ia tidak bisa bergerak, maka sejatinya tubuh sedang terhalang kemerdekaannya. Bukan begitu? Tubuh harus merdeka. Ia harus bisa bergerak dengan bentuk apapun, tempo macam apapun, hingga durasi yang bahkan mungkin tidak terbatas. Lalu pasti ada dari kalian yang berkata “Kan memang batas tubuhku cuma sampai segini!” Maka kami akan menimpali dengan yakin; “Tubuhmu bisa bergerak lebih. Pergerakannya terbatas karena kamu tak pernah melatihnya, atau mungkin kamu malas melatihnya. Bukankah apa yang kamu lakukan sama dengan tidak membiarkan tubuhmu merdeka?” 

Jadi tubuh haruslah memiliki tingkat kelenturan yang baik, stamina yang kuat, hingga kekuatan yang mumpuni agar ia jadi merdeka untuk bergerak dan membuat bentuk macam apapun dengan durasi selama apapun. Itulah yang dimaksud dengan pemerdekaan. Sudah paham ya? 

Jadi pada prinsipnya, latihan tubuh dimaksudkan untuk membuat tubuhmu punya kebebasan dalam bergerak dan membuat bentuk. Jika ini prinsip dasar yang kita pegang dalam latihan tubuh, maka akhirnya kita bisa menentukan latihan tubuh macam apa yang terbaik untuk seorang pemeran. 

 

 

Bentuk Latihannya Bisa Apa Saja

Ketika kita memahami maksud dari “pemerdekaan”, maka kita bisa memilih latihan tubuh yang membantumu untuk memerdekakan tubuh. Kalian bisa memilih olahraga biasa, misalnya. Atau kalian bisa memilih salah satu bela diri untuk membuat tubuh kalian lentur dan punya stamina yang baik. Ingat, tujuan utamanya adalah memerdekakan tubuh agar ia bisa bergerak dan membuat bentuk macam apapun dengan durasi yang lama. 

Contoh kasus. Misalnya, kalian sedang akan memainkan seorang tokoh yang berjalannya selalu agak ditekuk lututnya. Katakanlah pertunjukan kalian 2 jam. Dengan kebutuhan macam itu, maka kalian harus mencari latihan tubuh yang membuat lutut kalian cukup kuat untuk menekuk selama 2 jam lebih tanpa istirahat sama sekali. Tubuh harus merdeka. Dalam pementasan itu kemerdekaan tubuh adalah mampu berada dalam posisi lutut menekuk selama 2 jam lebih. 

Contoh kasus yang lain. Kalian harus menjadi seorang tokoh yang bentuk punggungnya melengkung ke belakang. Sama, kalian harus mencari latihan tubuh yang bisa membuat punggung kalian mampu melengkung ke belakang sesuai kebutuhannya. Atau contoh kasus lain ketika dalam sebuah adegan kalian harus mampu split. Kalian juga harus mencari sebuah latihan tubuh yang bisa membuat tubuhmu mampu split. Dari tiga contoh di atas, kita baru bicara soal kelenturan tubuh dan stamina tubuh. Kita belum bicara soal kemampuan tubuh mengirimkan getaran atau vibra pada penonton, atau dalam bahasa kami power atau energi tubuh. 

Lalu bagaimana dengan power atau energi tubuh? Kita ambil contoh kasus. Ketika pemeran mendapatkan bentuk lutut yang menekuk tentu tak boleh hanya berhenti pada bentuk lutut yang menekuk saja. Ia juga harus bisa membuat bentuk tubuh itu “menggetarkan” penonton atau membuat penonton percaya bahwa itu adalah bentuk tubuh milik si tokoh dan tidak sebatas bentuk yang tetiba dapat, lalu ditempel ke tubuh si pemeran. Kalau itu yang terjadi, maka bentuk itu adalah bentuk yang artifisial atau palsu. Pemeran harus mampu mengalirkan energi dari bentuk tersebut ke penonton. Bagaimana caranya? Apa latihannya?

Sama seperti latihan stamina dan kelenturan tubuh. Ada banyak sekali bentuk latihan energi. Salah satu akses paling mudah untuk berlatih power atau energi tubuh yang menurut kami masih abstrak dan sulit untuk dijelaskan secara logis adalah lewat beladiri. Ada banyak sekali metode beladiri yang mengajarkan cara menggunakan energi tubuh. Kalian bisa belajar beladiri yang dipakai WS. Rendra misalnya, yakni PGB Bangau Putih, atau kalian bisa menggunakan latihan beladiri yang lain. 

Kami rasa hampir semua beladiri mengajarkan cara mengendalikan dan mengeluarkan energi tubuh. Nah, cara itu yang perlu kalian ambil agar ketika berada di atas panggung, tubuh kalian tidak hanya memiliki stamina dan kelenturan yang baik, tapi juga punya energi yang kuat. 

Jadi apa latihan tubuh terbaik dalam seni peran? Jawabannya semua! Semua latihan tubuh adalah latihan tubuh terbaik. Selama kalian menyadari apa tujuan utama latihan tubuh itu sendiri. Kalau kalian tidak menyadarinya, maka omong kosong juga. Kalian mungkin akan mendapatkan tubuh yang sehat saja, tapi tidak sadar akan digunakan untuk apa. 

Itu penjelasan singkat soal latihan tubuh apa yang baik untuk seni peran. Jika kalian memiliki bentuk latihan tubuh sendiri, coba bagikan di kolom komentar. 

Terima kasih, viva aktor!

%d bloggers like this: