Apa itu Akting?

apa itu akting

Bagi yang Lebih Suka Mendengarkan Versi Podcastnya, Bisa Mendengarkan Disini

 

Pernah bertanya soal apa itu akting? Mungkin banyak dari kalian yang sudah melakukan “akting” tapi belum tahu benar apa artinya. Jadi, apa itu akting? Apakah akting itu berpura-pura? Atau apa yang dilakukan di depan kamera adalah akting? Atau apa? Kali ini kita akan coba membahas pengertian akting menurut pandangan beberapa tokoh keaktoran dunia. Sebelum membaca lebih lanjut, tulisan ini adalah pemahaman kami. Dimana jika ada yang kurang, atau menurut kalian pemahamannya agak salah, silahkan tuliskan di kolom komentar dan mari berbincang.  

Constantin Stanislavski

apa itu akting

 

Sejauh yang kami tahu, pengertian apa itu akting sepertinya hanya berhenti pada arti kata saja. Dimana acting secara bahasa berasal dari bahasa Inggris yakni “to act” yang artinya berlaku atau melakukan sesuatu. Bahkan sejauh yang kami tahu pada beberapa ahli, mereka tidak menjelaskan secara tersurat apa itu akting. Misalnya pada Constantin Stanislavski. Pada bukunya, dimana hampir semua buku Stanislavski punya cara penyampaian seperti novel, tidak memberikan pengertian paten tentang apa itu akting. Oh iya, bagi kalian yang belum tahu siapa itu Stanislavski, kita akan jelaskan di artikel berikutnya. Secara singkat, Stanislavski bisa kita sebut sebagai bapak seni peran modern. Selengkapnya tunggu di artikel berikutnya ya!

Lanjut! Soal pengertian akting, sejauh yang kami tahu dalam setidaknya 4 buku Stanislavski yakni My Life in Art, Persiapan Seorang Aktor, Membangun Tokoh, sampai Creating a Role yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kami belum menemukan secara gamblang pengertian akting menurut pandangan Stanislavski. Kecuali bahwa ada prinsip yang terkenal dari Constantin Stanislavski yakni “Acting is Believing”. Yes! Sejauh kami membaca beberapa buku Stanislavski, kami hanya menemukan prinsip-prinsip dalam akting dan bagaimana akting yang baik itu dilakukan. Jadi bukan jawaban dari pertanyaan apa itu akting, tapi lebih kepada bagaimana akting seharusnya dilakukan.

Seperti misalnya pada salah satu prinsip keaktoran menurut Stanislavski yaitu seorang aktor tidak boleh hanya melakukan saja, tapi ia juga harus tahu apa alasan dari lakunya tersebut. Prinsip lain misalnya, Stanislavski menyebutkan bahwa seorang aktor harus pernah “mengalami” apa yang dialami si tokoh, yang mana kalau kita bahas lebih dalam lagi soal “mengalami” ini akan jadi sangat panjang. Stanislavski juga punya prinsip keaktoran lain yakni seorang aktor harus berusaha berempati dengan karakter yang dimainkannya sehingga ia bisa menghasilkan interpretasi yang realistis dari karakter yang ia mainkan, dan banyak lagi prinsip-prinsip dalam keaktoran lain yang muncul dari Stanislavski. Tapi tidak dengan pengertian apa itu akting. Atau setidaknya sejauh yang kami tahu, tidak disebutkan apa itu akting menurut Stanislavski.

Lee Strasberg

 

Kalau Stanislavski yang merupakan “bapak keaktoran modern” tidak memberikan secara eksplisit jawaban dari Apa itu Akting, bagaimana dengan yang lain? Mari kita mulai dari salah satu tokoh keaktoran dunia, yang sampai sekarang metodenya masih dipakai dan melahirkan banyak aktor Hollywood yang punya kualitas akting keren. Ia adalah Lee Strasberg. Lee adalah tokoh keaktoran dunia yang menelurkan sebuah metode keaktoran bernama Method Acting. Kami akan menjelaskan Method Acting di artikel lain.

Kembali pada pengertian akting menurut Lee Strasberg. Kalau Stanislavski tidak menyebutkan secara eksplisit, berbeda dengan Lee Strasberg yang dalam perjalanan kesenimanannya (bisa kamu baca di buku A Dream of Passion) mencoba mencari apa itu akting dan bagaimana akting yang bagus bisa dilakukan secara konsisten. Di buku tersebut, pada bagian prolog dicantumkan potongan artikel yang ditulis Lee Strasberg untuk Britannica berjudul The Definition of Acting (kalau di buku A Dream of Passion ditulis The Nature of Acting), disana ia menyebutkan bahwa;

Acting is… the ability to react to imaginary stimuli.

Artinya, akting adalah kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan imajiner. Menurut Lee, dari pengertiannya soal akting itu, maka seorang aktor harus bisa bereaksi sebaik mungkin pada imaji yang tertangkap oleh inderanya.

Kalau boleh kami mengulik soal “imajiner” tersebut, maka sejatinya apa yang ada di atas panggung, atau di dalam film adalah sebuah imaji. Ia tidak sepenuhnya nyata. Dari imaji yang terjadi di atas panggung atau di dalam film dan ditangkap oleh seluruh indera si aktor, ia harus bisa bereaksi terhadap peristiwa imaji yang terjadi dan tertangkap seluruh inderanya. Ingat, pengertian Lee Strasberg dalam kalimat itu fokus pada kata ability, atau kemampuan. Jadi di kemampuan itu sendiri ada kemampuan yang bagus, ada kemampuan yang jelek dan semacamnya. Sejauh pemahaman kami, pengertian tersebut adalah pengertian paling mendasar dari Lee Strasberg soal akting. Kemudian untuk menuju kemampuan yang baik dalam bereaksi terhadap rangsangan imaji ada banyak hal yang harus dilakukan dan banyak prinsip yang harus diketahui. Tapi untuk sementara kita berhenti pada kalimat itu dulu.

Jadi secara sederhana dan pemahaman yang paling mudah, akting menurut Lee Strasberg adalah kemampuan untuk merespon rangsangan imajiner.

Stella Adler

 

Setelah Lee Strasberg, ada juga tokoh lain yang satu guru dengan Lee Strasberg tapi tidak setuju dengan interpretasi Lee Strasberg atas pengajaran Stanislavski. Ia adalah Stella Adler, yang juga menjadi guru bagi banyak aktor hebat Hollywood seperti Marlon Brando.

Sejauh yang kami tahu, Stella tidak memberikan pengertian akting secara gamblang di bukunya. Stella kurang lebih sama dengan Stanislavski dimana ia hanya menyebutkan bagaimana melakukan akting yang baik. Salah satu prinsip keaktoran yang menarik dari Stella Adler adalah bahwa ingatan emosional bukanlah cara yang baik untuk melakukan akting yang baik. Berbeda dengan Lee Strasberg yang menggunakan ingatan emosional personal untuk mencapai akting yang baik. Ketika Stella berlatih dengan Stanislavski tahun 1934, Stella menemukan bahwa Stanislavski juga telah merubah pandangannya tentang konsep awal dari memori emosional dan daya ingat emosional personal. Sama halnya seperti Stanislavski, Stella percaya bahwa aktor harus mengandalkan imajinasi mereka dan melakukan riset eksternal untuk tokohnya. Menurut Stella itu lebih baik daripada menggali memori dan kejadian dari kehidupan personal si aktor.

Malah soal pengertian akting ini, beberapa pihak mengatakan kalau Stella Adler percaya bahwa akting adalah sebuah gaya hidup. Kenapa bisa begitu? Stella percaya bahwa salah satu kunci akting yang bagus adalah kedisiplinan. Artinya, Stella Adler mengajarkan bahwa imajinasi itu hanya bisa dipupuk dengan baik ketika si aktor secara konsisten tetap melakukan latihan di kehidupan sehari-hari. Kalau kita berkaca dari pengertian Stella Adler soal akting, maka kami bisa menyimpulkan bahwa akting adalah sebuah gaya hidup, dimana latihannya bukan hanya ketika akan pentas, tapi juga di kehidupan sehari-hari.

Sanford Meisner

 

Sementara Sanford Meisner, yang juga salah satu murid Stanislavski yang mengembangkan Meisner Technique memiliki pengertian yang tidak jauh berbeda dari 2 saudara seperguruannya yang lain. Sanford Meisner mengatakan bahwa;

Acting is living truthfully under Imaginary Circumstances

Secara sederhana kita bisa mengartikan bahwa akting adalah hidup dengan jujur dalam ruang lingkup dunia imajiner.

Pengertian ini selaras dengan pengertian akting milik Lee Strasberg. Lee mengatakan soal “kemampuan merespon” sementara Sanford mengatakan soal “cara merespon” yakni “Truthfully” atau “dengan jujur”. Keduanya sama-sama ada di ruang “imajiner”. Hanya Sanford sedikit lebih spesifik karena langsung memberikan “how to”-nya, sementara Lee dalam pengertian mendasar ini tidak.  

Lalu apa itu akting? Setelah kita membaca 4 pandangan para ahli seni peran dunia, apakah kami sudah bisa menyimpulkan apa itu akting? Bisa, tapi ini hanya kesimpulan sementara. Dan kalian juga perlu menggaris bawahi bahwa ini hanyalah pengertian soal apa itu akting dan berhenti disitu. Bukan pada apa itu akting yang bagus, apa itu akting jelek, dan semacamnya.

Dari setidaknya tiga tokoh yang kami kutip kata-katanya, yakni Lee Strasberg, Stella Adler, dan Sanford Meisner, kami menemukan benang merah. Benang merah tersebut adalah imaji. Semua pemahaman atas akting yang disebutkan di atas berfokus pada imaji. Mulai dari kemampuan merespon imaji, cara hidup dalam imaji, hingga cara menggunakan dan melatih imaji sebagai alat mendekati tokoh. Semuanya sama-sama menggunakan imaji sebagai objek. Lalu jika kita menambahkan kutipan Stanislavski bahwa Acting is Believing, atau akting adalah kepercayaan, kita jadi bisa sedikit menyimpulkan bahwa akting adalah

Kemampuan menciptakan imaji, merespon imaji, dan hidup dalam imaji, serta membuat diri sendiri dan penonton percaya pada imaji yang diciptakan aktor tersebut.

Kurang lebih itu kesimpulan sementara kami atas apa yang sudah kami baca dan kami jelaskan sedikit di atas. Sekali lagi ingat, tulisan ini hanya menjelaskan apa itu akting dan bukan bagaimana akting bagus atau jelek. Kalau kita hendak bicara itu, maka ada banyak sekali prinsip keaktoran yang harus kita pahami dan lakukan.

Kalau menurut kalian, apa itu akting? Apakah kalian punya pemahaman sendiri atas apa itu akting? Jika iya, kalian bisa menuliskannya di kolom komentar dan mari berbincang untuk bersama-sama menemukan pengertian apa itu akting.

Viva aktor!   

%d bloggers like this: