[Acting Review] Uncut Gems; Adam Sandler Mengejutkan

Uncut Gems dan permainan Adam Sandler di film ini mengejutkan banyak orang. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah hampir tidak ada penghargaan bergengsi yang mampir. Sejauh yang kami tahu, hanya Critics Choice Award saja yang menjadikan Adam Sandler sebagai nominasi Best Actor. Tapi hanya nominasi. Sementara pada penghargaan besar seperti Oscar, Golden Globe, BAFTA, hingga Screen Actors Guild tidak. Apa yang terjadi? Kenapa banyak yang mengatakan bahwa tidak masuknya Adam Sandler adalah sebuah penghinaan atas permainannya? Benarkah sebagus itu permainan Adam Sandler? Berikut pembahasan lengkapnya. 

Uncut Gems, Adam Sandler, dan Sebuah Perubahan

Pada menit pertama kami menonton Adam Sandler sebagai Howard Ratner di Uncut Gems, kami cukup terkejut. Adam Sandler yang sangat akrab dengan film-film komedi, tetiba mengejutkan kami dengan bermain dalam sebuah film bergenre lain, mystery crime dan memiliki capaian yang pada momen pertama kami melihat, mengejutkan. Adam Sandler terbilang sangat jarang bermain film “serius”. Tak seperti beberapa aktor komedi lain seperti Jim Carrey atau Robin Williams yang cukup sering bermain film “serius”. Jadi kami dibuat terkejut dua kali. Pertama karena mendengar kabar kalau Adam Sandler bermain film “serius”, dan yang kedua ketika melihat capaian permainannya di momen pertama. 

Pada momen pertama, kami melihat permainan yang benar-benar lain. Kami perlu menekankan bahwa ini di momen pertama. Karena nanti pada momen yang lain akan menghasilkan kesan yang berbeda. Kembali lagi, di momen pertama, kami menangkap banyak capaian yang menarik. Misalnya pada tampilan fisik. Kami melihat tampilan fisik yang cukup berubah. Adam Sandler membuat tokohnya berkacamata, memiliki jenggot, gigi yang agak tebal, dan badan yang terlihat agak gemuk. Kalau kami tak salah lihat. 

Secara fisik ia sudah cukup berubah. Jauh lebih berubah dari permainannya di film lain. Sekedar informasi, Adam Sandler adalah aktor yang cukup sering mendapatkan nominasi dan penghargaan sebagai aktor terburuk versi Golden Raspberry. Bahkan ia 8 kali mendapatkan nominasi sebagai aktor terburuk dan 1 kali memenangkan penghargaan sebagai aktor terburuk di filmnya Jack and Jill. Tapi di Uncut Gems Adam Sandler berhasil mengejutkan. 

Berlanjut, setelah wajah yang cukup berubah, Sandler juga terdengar merubah warna suara dan aksennya. Kami merasa perubahan warna suara dan aksen itu terpengaruh dari gigi palsu yang ia pasang. Kami rasa begitu. Gigi palsu itu membantunya membentuk cara bicara. Lalu selain warna suara dan aksen yang di momen pertama terasa berubah, kami merasa ritme tokoh ini juga cukup berubah. Jika diperhatikan betul, dari awal ritme tokoh ini cepat sekali. Kami merasa ritme tokoh ini jauh lebih cepat dari pada ritme Adam Sandler di dunia nyata dan ritmenya di film lain. 

Jika di breakdown, maka dalam permainan Adam Sandler, setidaknya ada 2 hal yang terlihat sangat diciptakan dan memiliki efek yang besar terhadap keseluruhan ciptaannya. Pertama adalah soal gigi palsu yang dipakainya. Kami merasa gigi palsu tersebut membantu Adam untuk membentuk warna suara dan aksen si tokoh. Gigi palsu itu somehow merubah alur udara di mulut Adam dan akhirnya berhasil merubah warna suara si tokoh, setidaknya di momen pertama dan awal film. Kedua adalah soal ritme si tokoh. Kami rasa, ritme tokoh yang dipercepat ini membantu Adam untuk melengkapi si tokoh. Dengan ritme yang cepat, berhasil membentuk cara bicara yang lain, cara merespon yang lain, dan laku tubuh yang jadi lebih otentik. Kami tak tahu apakah itu disadari oleh Adam Sandler atau tidak.   

Misalnya, cara merespon yang kami rasa otentik terjadi di adegan awal saat dia melayani para pelanggan di tokonya. Kita bisa melihat betapa cepatnya tokoh ini merespon apapun yang ada di depannya. Respon yang cepat itu, ditambah dengan warna suara yang terasa agak berubah, dan aksen yang sedikit berbeda, membuat responnya makin otentik. Kita bisa melihat pada adegan itu bahwa apapun yang terjadi di depan tokoh ini tidak pernah sangat penting. Apapun yang terjadi di depan tokoh ini hanya terlintas begitu saja. Pikirannya cepat sekali berjalan dari satu titik ke titik yang lain. Kami rasa kondisi itu mempengaruhi caranya merespon. 

Cara merespon lain yang otentik bisa kalian lihat ketika ada paket yang datang. Kita bisa melihat bentuk kebahagiaan yang lain. Sekali lagi, bentuk kebahagiaan itu berjalan berdasarkan ritme utama si tokoh yang cenderung cepat. Kami tak tahu dan sepertinya harus mencari tahu lagi, apakah orang dengan latar belakang keluarga Yahudi punya ritme tubuh secepat itu? Jika iya, berarti Adam menciptakan ritmenya selaras dengan dimensi sosiologis yang dimiliki si tokoh. Hal itu tentu makin membuat ciptaan Adam menarik dan hidup. Kembali pada adegan ketika paket itu datang, dengan ritme tokoh yang cepat, bentuk responnya jadi sangat otentik. Bahkan dalam peristiwa tersebut, kita bisa tahu bahwa sedang terjadi juga peristiwa lain dimana ada lawan main yang berbicara padanya. Adam tak mempedulikan itu, tapi ia tidak sepenuhnya acuh. Kita bisa melihat Adam memberikan perhatian tapi sangat cepat. Ia lebih fokus pada paket yang baru saja datang. Bentuk itu menarik. 

Adam Sandler berhasil memainkan ritme tokoh dengan hampir sempurna. Ritme tokoh tidak hanya berjalan dengan bit yang sama. Tapi terkadang berjalan dengan bit yang berbeda. Kami berusaha mencari kalimat yang lebih jelas. Sederhananya begini. Bayangkan kalau tokoh Adam Sandler itu memiliki ritme dasar yang cepat. Katakanlah temponya 4/4. Bit yang dilakukan oleh Adam Sandler bisa beragam. Ia bisa menggunakan tempo 4/4 dengan bit 160, 180, atau bahkan 60. Tapi ia tetap bertahan pada tempo atau ritme 4/4, seperti ritme dasar si tokohnya. Semoga kalian paham ya. Nanti jika ada kesempatan kami akan buatkan video penjelasannya. 

Salah satu contoh Adam Sandler memainkan bit lain terjadi ketika ia merespon si KG yang ingin meminta batu besar tersebut. Kita bisa melihat ritme yang sama, tapi dilakukan dengan bit yang lain. (Bit tidak ada padanan katanya di Indonesia. Ia bukan Beat atau ketukan. Kami masih mencari padanan kata yang tepat untuk Bit. Tapi untuk saat ini bit bisa kita sebut seperti ketukan). Permainan ritme dan bit ini menarik. Karena membuat tokoh yang Adam Sandler mainkan lebih hidup dan dinamis. 

Adegan-adegan lain dengan permainan bit dan ritme yang dinamis banyak ditunjukkan di film ini. Membuat kami merasa bahwa hampir semua responnya otentik. Tapi sayangnya itu hanya terjadi di awal-awal film saja. Di pertengahan menjelang akhir, kami menangkap hal yang lain dan bertolak belakang. 

 

 

Akhir yang Sama, Uncut Gems dan Adam Sandler Inkonsisten?

Inilah alasan kenapa kami berkali-kali menyebutkan “di momen pertama”. Karena di momen pertama kami menonton Adam Sandler, kami merasa dia seharusnya pantas masuk award yang bergengsi seperti Golden Globe, SAG, BAFTA, atau bahkan Oscar. Tapi pikiran itu sirna setelah menyentuh satu jam terakhir. Kami rasa, pada satu jam terakhir, kesan suara yang berubah, ritme yang lebih cepat, tetiba menguap. Kami tak tahu apa yang terjadi. Bagaimana mungkin di separuh film permainannya bagus sementara di sisa film permainannya buruk? Apakah Adam Sandler baru menemukan tokohnya setelah menjalani serangkaian shooting? 

Jadi begini, ini yang kami rasakan di satu jam terakhir Uncut Gems. Pertama, kami merasa kalau suara Adam akhirnya kembali sama seperti suaranya di film-filmnya yang lain. Terutama ketika adegan marah dan emosi-emosi tinggi. Kami mendengarkan tone yang sama. Aksennya pun jadi tenggelam entah kemana. Satu-satunya yang kami rasa masih bertahan sampai akhir dan sangat konsisten adalah ritme si tokoh. Sisanya tidak. Kami kembali melihat Adam Sandler yang sama seperti ia di filmnya yang lain. Caranya marah, caranya berteriak, semuanya tetiba sama seperti Adam Sandler di film sebelumnya. Apa yang terjadi? Kami tak mengerti. 

Dan lagi, di satu jam terakhir, kami merasa beberapa bentuk akting Adam Sandler artifisial. Misalnya ketika ia menangis setelah dipukuli. Entah kenapa, kami tak merasakan getaran apapun dari emosi tersebut. Seperti tidak ada vibra. Emosi itu seperti hanya menempel saja tanpa ada akar yang kuat dan tidak dijalankan berbarengan dengan akar yang kuat tersebut. Sehingga tak membekas sama sekali pada kami yang menonton. 

Jika di satu jam pertama film ini kami merasa bahwa seharusnya Adam Sandler pantas masuk Oscar, pada satu jam berikutnya kami jadi tahu kenapa ia tak masuk Oscar dan banyak penghargaan yang lain. Karena memang ia tak sangat konsisten. Kami rasa persoalannya ada pada konsistensi tokoh yang ia mainkan. Adam Sandler seperti kehilangan tokohnya di satu jam terakhir film. Howard Ratner menghilang entah kemana dan digantikan oleh Adam Sandler. Apakah Adam kecapekan? Atau adegan satu jam terakhir itu di shoot duluan dan saat itu Adam belum menemukan tokohnya? Apa yang terjadi? Kami tentu berharap bisa Bincang Aktor dengan Adam Sandler, semoga tuhan beri kesempatan. 

Terima kasih, viva aktor

%d bloggers like this: