[Acting Review] Judy; Mungkinkah Masuk Oscar?

judy

Judy adalah sebuah film yang bercerita tentang kehidupan masa tua Judy Garland, seorang aktris legendaris Hollywood yang terkenal lewat film The Wizard of Oz. Film ini dibintangi oleh Renee Zellweger. Aktris yang sempat vakum selama 6 tahun sebelum kemudian kembali bermain di film biopic ini. Melihat permainan Renee, kami tertarik untuk membahasnya. Selain soal bagaimana capaian Renee, tapi juga soal kesempatannya masuk Oscar. Apakah ia memiliki kesempatan mendapatkan penghargaan sebagai Best Actress, atau hanya sebatas menjadi nominee saja? 

Acting review ini penuh dengan spoiler. Jadi kami sarankan buat siapapun yang belum menonton film ini tidak membacanya sampai akhir. 

Judy, dan Capaian Biopic yang Dirindukan

Hal pertama yang membuat kami tertarik membahas permainan Renee Zellweger adalah karena ia bermain film Biopic. Sepanjang bulan Desember ini, kami tak banyak menonton film biopic yang memuaskan. Film biopic terakhir yang kami tonton dan cukup memuaskan, tapi tidak pada bintang utamanya adalah The Irishman. Acting reviewnya akan kami rilis setelah artikel ini. Tunggu minggu depan ya! 

Kembali bicara soal permainan Renee Zellweger di Judy. Kami melihat capaian yang menarik dan detail pada ciptaan Renee. Kita mulai dari bagian yang paling terlihat, tapi paling jarang diciptakan; suara. Perhatikan video interview Renee Zellweger di The Ellen Show berikut ini;

Itu adalah suara asli Renee Zellweger. Perhatikan warna suaranya, tempo bicara, aksen, dan jeda tiap katanya. Lalu bandingkan dengan Judy Garland yang asli. Lihat video di bawah ini;

Mari dipahami terlebih dahulu seberapa jauh perbedaan suara Renee Zellweger dan Judy Garland. Jika kalian melihat dua video di atas, maka kalian tahu bahwa suara keduanya sangat berbeda. Mulai dari warna suara, tempo, aksen, hingga jeda, bahkan sampai jeda menjawab tiap pertanyaan. Lalu sekarang coba lihat video Renee Zellweger yang sudah menjadi Judy Garland di trailer berikut ini; 

Sekarang coba bandingkan suara Judy ciptaan Renee Zellweger dengan suara Judy Garland yang asli. Keduanya memiliki warna suara yang hampir mirip. Lalu jika kita membandingkan suara Judy ciptaan Renee Zellweger dengan suara Renee yang asli, maka kita bisa menangkap perbedaan yang jauh. Perbedaan tersebut terdengar pada aksen, tempo bicara, hingga warna suara. 

Tapi ada yang lebih menarik dari sekedar penciptaan suara ini. Hal itu adalah terciptanya beberapa aspek pada gesture tubuh yang membuat suara tokoh ini semakin terasa perubahannya. Jika kalian perhatikan baik-baik, Renee menciptakan gesture pada bagian kepala dengan sangat menarik. Perhatikan bagaimana ia menjalankan ekspresi wajahnya dan lebih rinci lagi soal bagaimana ia menjalankan bagian mulut serta lehernya. Kita bisa melihat gerakan patah-patah dengan tempo yang cenderung cepat. Dengan gesture macam itu, kesan yang muncul adalah suara yang terasa berbeda dan pada akhirnya menjadi respon yang otentik. Dari bagian kepalanya saja, kita bisa mendapatkan pelajaran bahwa ada banyak aspek yang bisa mendukung penciptaan suara dan memunculkan kesan yang berbeda pada penonton.

Setelah suara dan sedikit pada gesture, kita lanjutkan pada laku tubuh yang lain. Renee terlihat betul-betul menciptakan gesture tubuhnya dengan detail. Salah satu adegan yang menandakan hal tersebut adalah ketika ia berada di lobi hotel dan diusir dari lobi hotel. Disana, kita bisa melihat gesture tubuh yang diciptakan Renee. Selain soal gerakan kepala dan ekspresi wajah, kita bisa melihat bagaimana ia menciptakan cara memandang yang berbeda. Selain itu perhatikan bagaimana bagian torso juga ikut digerakkan sedemikian rupa sehingga memunculkan efek yang lain. Gesture tubuhnya jadi terlihat dan terasa hidup dengan utuh. Setiap jengkal tubuhnya tercipta dengan baik. 

Selain soal gesture, yang kemudian bisa kalian lihat di banyak adegan setelahnya, Renee Zellweger juga menciptakan tempo tokoh yang berbeda dari tempo dirinya. Perhatikan baik-baik pada keseluruhan film. Tokoh ini punya tempo yang cepat. Entah dari tempo bicara, tempo merespon perkataan orang lain, dan tempo respon terhadap peristiwa yang terjadi di depannya. Ingat apa yang dikatakan oleh Stella Adler di buku The Art of Acting soal ritme? 

You must understand that each character has a rhythm. In the church the rhythm is peace and quiet. A nun doesn’t need to hurry. She’s secure in her circumstances. (Adler, 2000:176)

Benar, semua karakter itu memiliki ritme mereka sendiri. Jika Stella menyebutkan contohnya seorang suster dengan tempo yang pelan, maka pada kasus Renee Zellweger, ritme tokohnya adalah seorang Judy Garland yang sedari muda sudah dipaksa untuk bergerak dengan tempo cepat. 

Kalian bisa melihat sejarah Judy Garland yang juga disebutkan di film ini. Dalam film diperlihatkan bahwa ia adalah seorang artis yang sedari kecil sudah dilatih dan diperlakukan seperti robot. Ia harus bergerak efisien, dan bertempo cepat. Sejarah tokoh itu sepertinya dibaca baik oleh Renee Zellweger sehingga ketika ia memunculkan tempo tokoh yang cepat, tempo itu tidak terasa artifisial. 

Soal gesture yang lain, kami tak ada komentar. Karena memang betul-betul diubah. Kita bisa melihat cara memainkan tangan yang berubah, cara berjalan, cara duduk, cara memegang kepala, hingga cara memeluk yang berubah dan mirip dengan tokoh aslinya. Kalian bisa melihat kecenderungan gesture tubuh macam itu pada interview Judy Garland yang asli di video yang kami sertakan di atas. 

 

 

Lalu kita kembali soal suara, kali ini bukan warna suara ketika berbicara, tapi ketika ia menyanyi. Kami semakin dibuat berdecak kagum dengan apa yang dilakukan Renee Zellweger. Pasalnya, berdasarkan berita yang dirilis oleh Cinemablend.com, Renee menyanyi sendiri pada beberapa lagu iconic milik Judy Garland. Seperti misalnya pada lagu Somewhere Over the Rainbow dan The Trolley Song. Ditulis dalam artikel Cinemblend bahwa Renee berlatih selama beberapa waktu untuk merubah warna suaranya ketika bernyanyi jadi semirip mungkin dengan Judy. Ia memang berhasil mendekati warna suara Judy, tapi pada beberapa note tinggi atau rendah khas Judy Garland, Renee tidak sanggup menyentuh nada itu dan membutuhkan bantuan untuk membuat suaranya sampai pada nada tersebut. Anyway, meskipun ia harus dibantu, tapi bernyanyi dengan suara yang mirip dengan orang lain adalah hal yang tidak mudah. 

Ada tiga step yang setidaknya harus dia lewati. Pertama adalah menciptakan warna suara dasar si tokoh, dan berikutnya adalah menciptakan warna suara si tokoh ketika menyanyi, dan yang ketiga adalah membuat warna suara itu konsisten ketika bernyanyi. Hal yang sangat tidak mudah. Meskipun ketika melihat filmnya, kami tetap melihat suara itu direkam dan tidak dinyanyikan langsung seperti layaknya film Les Miserables. Persoalannya bukan karena direkam sebenarnya, tapi karena pada beberapa adegan ketika menyanyi, kita merasa suara dan tegangan otot pada leher Renee tidak selaras. Jadi terkesan artifisial pada bagian-bagian tertentu ketika menyanyi. 

Soal Permainan Emosi Renee Zellweger 

Soal fisiologis kami sudah bahas. Kesimpulannya adalah Renee berhasil menciptakan fisiologis yang mendekati sempurna. Lalu dengan tubuh yang sudah diubah dan konsisten, bagaimana permainan emosinya? Apakah Renee tetap seperti kebanyakan aktor yang menjalankan emosi dengan cara yang sama? Hanya tubuhnya saja yang diubah tapi cara mendengarkannya tidak. Sehingga bungkusnya saja yang lain, tapi isinya sama? Ternyata tidak. 

judy

 

 

Mari kita lihat pada beberapa adegan dengan emosi yang cukup kuat dan menarik. Pertama di adegan ketika ia bersembunyi dalam lemari dan berdialog dengan anak-anaknya. Pada adegan tersebut kami melihat permainan emosi berlapis yang menarik. Di adegan tersebut kita bisa melihat Renee mempertahankan nada suaranya agar tetap terlihat bahagia sementara mata dan ekspresi wajahnya berbanding terbalik. Adegan yang menurut kami paling sulit sekaligus menarik karena ia harus acting dalam acting. Selain soal emosi berlapis itu, kita juga bisa melihat cara menjalankan emosi yang berbeda dan otentik. 

Perhatikan bagaimana kepalanya bergerak, bagaimana matanya melempar pandangan, dan bagaimana tangannya bermain. Semua gesture itu membuat caranya menjalankan emosi jadi otentik. Jika kita breakdown adegan itu saja, dan katakanlah menyimpulkan bahwa lakunya otentik, kita bisa mengetahui alasan kenapa lakunya otentik. Tentu karena gesture yang secara detail diubah, warna suara yang berubah, dan cara menjalankan emosi yang jadi ikutan berubah. Sederhananya, bangunan dasar tokoh ini sudah diubah oleh Renee Zellweger. Jadi ia hanya perlu menjalankan bangunan dasar itu dan membiarkan emosi membuat bangunan dasar itu lebih hidup dan dinamis. 

Adegan emosi berlapis lainnya yang juga menarik ada pada adegan ketika ia berlatih di sebuah gedung tua. Pada adegan itu kita bisa melihat gesture tubuh yang menandakan ada sesuatu yang tidak beres pada pikiran dan perasaan si tokoh. Terlebih ketika kita melihat Renee Zellweger menghela nafasnya, caranya memainkan pandangan mata, dan gerakan tangannya. Kita bisa melihat bahwa dalam adegan tersebut Renee berusaha memunculkan kesan baik-baik saja pada nada bicaranya dan berusaha mengalihkan hal yang tidak baik-baik saja itu ke gerakan tangan dan gesture tubuh kecil lainnya. Kontrol yang bagus sekali dari Renee.    

Selain soal emosi berlapis, adegan dengan emosi tinggi yang dinamis juga terjadi setidaknya 2 kali. Pertama adalah ketika ia bertengkar dengan mantan suaminya, Sid, dan yang kedua adalah ketika ia bertengkar dengan suaminya, Mickey. Pada adegan dengan Sid, kita bisa melihat perjalanan emosi yang menarik. Kita bisa melihat juga perjalanan emosi yang relevan, tidak mendadak, tapi tetap hidup. Renee berhasil mendengarkan lawan mainnya dengan baik dan merespon dengan bentuk yang sesuai dengan tokoh yang ia ciptakan. Begitu juga ketika adegan bertengkar dengan Mickey. Malah pada adegan ini kami bisa melihat bagaimana tempo dipraktekkan dalam sebuah adegan. Tempo Judy yang sudah diciptakan Renee dipakai betul di adegan ini. Sehingga kita bisa melihat permainan emosi yang dinamis, hidup, dan otentik. 

Kita sudah menyebutkan apa saja capaian Renee Zellweger yang menarik. Lalu apa yang tidak menarik? Apakah capaian Renee Zellweger sesempurna itu? Jawabannya tidak juga. Ada satu hal yang mengganjal di pikiran kami. Hal tersebut adalah relevansi antara Judy Garland muda dan tua. Jika kalian perhatikan dengan baik, tokoh Judy Garland muda sama sekali tak memiliki bentuk yang sama dengan tokoh yang dimainkan oleh Renee. Kami bertanya, apakah tidak ada bentuk dasar yang sama? Mungkinkah Judy Garland merubah semua bahasa tubuhnya? Kami rasa itu tidak mungkin terjadi. Kalau dalam hal ini, siapa yang seharusnya menyesuaikan? Si aktor yang memainkan Judy muda atau Renee? Kami rasa keduanya seharusnya berkomunikasi untuk menentukan bagaimana bentuk dasar tokoh ini. Ingat, kedua tokoh tersebut adalah satu manusia yang sama, hanya beda usia dan era saja. 

 

 

Lalu Mungkinkah Masuk Oscar?

Jawabannya adalah sangat mungkin. Sebelum kita melihat kecenderungan Oscar memilih nominee, kita melihat track record tokoh ini terlebih dahulu. Pertama pada gelaran Golden Globe. Renee Zellweger mendapatkan tempat di nominasi. Begitu juga dengan Screen Actors Guild. Dua gelaran ini setidaknya yang jadi tolak ukur siapa-siapa saja yang akan masuk Oscar. Bahkan kami bisa berkata bahwa siapapun yang masuk Screen Actors Guild sudah bisa dipastikan masuk Oscar. Dengan melihat track record itu, maka Renee Zellweger memiliki kesempatan yang besar untuk masuk Oscar. 

Lalu jika kita melihat kecenderungan Oscar menilai, maka Renee sangat mungkin masuk nominasi. Oscar pada kategori Best Actress memiliki kebiasaan pemilihan yang tidak seketat Best Actor. Kenapa? Pada kategori Best Actress, capaian fisiologis bisa dibilang tidak sangat diperhatikan. Selama si aktris bermain emosi dengan baik, memiliki adegan menyanyi dan menari, maka ia memiliki kesempatan masuk nominasi bahkan mendapatkan penghargaan. Kita bisa melihat kebiasaan itu terjadi ketika Emma Stone ketika ia mendapatkan Best Actress lewat permainannya di film La La Land. Coba lihat, dimana capaian fisiologis yang signifikan dari Emma Stone? Pada tahun itu ada Natalie Portman di film Jackie yang memiliki capaian fisiologis lebih baik dari Emma dan capaian emosi yang bisa dibilang lebih kompleks dari Emma Stone. Tapi Natalie Portman tidak ada adegan menyanyi dan menari. 

Lalu perhatikan setiap aktris yang menjadi nominasi di kategori ini. Hampir mereka semua tak memiliki capaian fisiologis yang signifikan. Pada Frances McDormand misalnya, kita bisa melihat capaian emosi yang luar biasa menarik. Tapi pada capaian fisiologis tidak. Begitu juga pada Olivia Colman yang memiliki capaian emosi menarik tapi tidak pada capaian fisiologis. Lalu coba runut ke tahun-tahun sebelumnya. Brie Larson di Room tidak memiliki capaian fisiologis yang signifikan, Julianne Moore di Still Alice pun tidak, Cate Blanchett dan Jennifer Lawrence pun tidak. Capaian emosi mereka saja yang menarik dan signifikan. 

Dari kebiasaan itu, maka seharusnya untuk mendapatkan Best Actress di Oscar, yang perlu dicapai setidaknya adalah porsi tokoh dengan emosi yang kompleks dan permainan si aktris yang harus signifikan dalam ranah emosi. Nah, Renee Zellweger memiliki syarat tersebut. Ia memainkan emosi yang kompleks, meskipun mungkin tidak sekompleks Scarlett Johansson di Marriage Story dan Lupita Nyong’o di Us.Tapi Renee memiliki adegan menyanyi dan menari. Jadi, kans Renee untuk masuk jauh lebih besar. Bahkan untuk mendapatkan Oscar juga jauh lebih besar dari aktris lain yang digadang-gadang juga akan masuk Oscar. 

Pengumuman nominasi Oscar diadakan 13 Januari 2020 kalau kami tak salah. Kita tunggu saja, apakah benar Renee bisa masuk nominasi? 

Terima kasih, viva aktor!  

%d bloggers like this: