[Acting Review] Birds of Prey; Visi Tokoh yang Penting

Birds of Prey sudah turun dari bioskop. Kami sudah membuat flash reviewnya beberapa minggu yang lalu. Jika kalian belum membacanya, silahkan membacanya disini. Dalam flash review tersebut kami menyebutkan sedikit tentang permainan Margot Robbie. 

Seperti biasa, di acting review ini, kami akan membahas lebih lengkap tentang permainannya. Kebanyakan basa-basi ya? Ah sudahlah, kadang hidup perlu basa-basi. Ingat, tulisan ini penuh spoiler. Jangan dibaca kalau belum nonton. Jadi gimana Birds of Prey? Berikut pembahasannya!

Birds of Prey

 

 

Apa Saja yang Diubah Margot Robbie Untuk Harley Quinn?

Pertanyaan pertama ketika menonton sebuah film dan berencana membuat acting reviewnya adalah apa saja yang berhasil diubah oleh si aktor untuk mendekati tokoh tersebut. Ingat kan soal tujuan paling awam tentang seni peran? Bermain menjadi orang lain. Iya kan? Maka harus ada yang diubah oleh si aktor karena tokoh yang ia mainkan bukanlah diri si aktor. 

Nah, itu jugalah pertanyaan pertama yang kami lontarkan ketika menonton Birds of Prey atau secara spesifik ketika melihat permainan Margot Robbie. Apa saja yang berhasil Margot Robbie ubah sehingga ciptaannya ada jauh dari dirinya sebagai aktor sekaligus mendekatkan dirinya pada Harley Quinn.  

Kita tak akan membahas soal bagaimana gaya berpakaiannya ya? Itu memang berhubungan dengan si aktor, tapi sudah jelas kalau Harley Quinn punya cara berpakaian, gaya rambut, dan make up yang berbeda dengan Margot Robbie yang asli dan semuanya dirancang oleh tim make up dan kostum. Margot bisa jadi juga ikut dalam merancang kostum dan make up tersebut. Tapi kami tak perlu membahas lebih lanjut soal hasilnya, karena sudah jelas berbeda dari Margot di luar Birds of Prey. Kami akan lebih membahas pada bagaimana Margot mengubah dirinya dan membuat kostum serta make up yang sudah menempel jadi lebih hidup. 

Lalu apa saja yang berhasil diubah oleh Margot Robbie? Pertama adalah yang paling terlihat tapi paling sulit diciptakan, suara. Setelah kami melalui proses mendengarkan yang panjang, cukup membosankan, berulang, dan penuh perdebatan, kami mendapati bahwa Margot Robbie tidak mengubah warna suaranya. Tapi kami sepakat bahwa kesan suara yang berubah cukup terdengar. Kami lalu bertanya, apa yang membuat kesan macam itu muncul. Padahal nggak diciptakan kok kedengeran berubah menjadi agak kecil, cempreng, dan tajam? Kami lalu menemukan jawabannya. Jawabannya adalah pada cara tokoh ini bicara. Cara bicara Harley Quinn terdengar sedikit seperti kekanak-kanakan dan terasa selalu bahagia dengan jiwa yang tak terkekang apapun. Cara bicara itu membuat warna suara Margot Robbie terdengar seperti berubah. Kami merasa yang berhasil membuat cara bicaranya berubah adalah ritme. Kok bisa?   

Jadi, selain suara yang paling terlihat diubah oleh Margot Robbie adalah ritme tokohnya. Kami melihat ritme tokoh ini diciptakan acak dan tidak terduga. Ritme tokoh ini cukup dinamis. Satu hal yang menarik dari ritme tokoh yang acak ini adalah Margot berhasil membuat setiap momen dimana ritme acak ini muncul terasa logis. Singkat kata, Margot tak melupakan bagaimana ritme-ritme tersebut tetap memiliki sebab akibat dan bahwa sebab akibat itu juga proses dari pikiran dan perasaan. Nah, ritme yang acak itulah yang kemudian membuat cara bicara tokoh ini juga berubah. Tapi selain ritme yang acak, ada lagi. Apa itu?

Pada pertengahan menonton film Birds of Prey, kami mendapati satu pesan penting dari pembangunan tokoh Harley Quinn. Kami merasa bahwa tokoh ini hendak dibawa oleh Margot Robbie ke kesan gila sekaligus kekanak-kanakan. Kesan tokoh itu sangat penting karena bisa sekaligus membawa tujuan dari si tokoh itu sendiri. Aktor jadi lebih punya tujuan jelas akan membawa tokoh kemana dan menggunakan cara apa. Jika si aktor tak menemukan akan dibawa kemana tokoh ini, maka siap-siap saja permainannya biasa saja atau malah seperti kebingungan. Ingat, visi dalam bermain itu juga penting! 

Lalu apalagi yang diubah oleh Harley Quinn selain sedikit sekali pada warna suara dan cara bicara, dan pada ritme tokohnya? Cara berjalan juga ia ubah. Kami melihat cara berjalan ini mengikuti ritme yang sudah diciptakan. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi pada proses seni peran Margot Robbie pada aspek cara berjalan. Pertama, cara berjalan itu memang diciptakan, atau yang kedua, ia tidak diciptakan tapi tiba-tiba tercipta sendiri dari hasil ritme yang diubah. Entah yang pertama atau yang kedua, setidaknya cara berjalan itu diubah. Dari sini kita bisa belajar bahwa terkadang kita bisa menemukan bentuk tubuh lain dari satu aspek fisiologis. Seperti cara berjalan yang bisa jadi ketemu karena ritme yang diubah. Makanya, untuk seorang aktor, penting mencari setiap aspek yang dimiliki tokohnya. Aspek itu akan membantu menciptakan bagian lain. Aktor tinggal menyadari perubahan itu dan membuat perubahan yang terjadi lebih terasa hidup. 

Lalu apalagi yang berhasil diciptakan oleh Margot Robbie? Tidak ada. Untuk Harley Quinn sebagai bentuk dasar, yang kami lihat diciptakan dan berhasil adalah ritme dan tujuan tokoh yang secara tak langsung berefek pada cara berjalan, cara tokoh ini merespon dan menjalankan emosi, cara bicara, dan sedikit sekali pada warna suara.

 

 

Bentuk Dasar yang Memunculkan Respon Otentik

Seperti yang kami bilang di atas, Margot Robbie berhasil membuat bentuk dasar tokohnya. Ia sudah berhasil menciptakan ritme, kesan, dan tahu mau dibawa kemana tokoh ini yang pada akhirnya mengubah banyak gesture Margot Robbie. Margot Robbie secara tak langsung telah mengubah kendaraan yang ia pakai untuk bermain. Dengan perubahan kendaraan itu, maka Margot Robbie sudah tak perlu khawatir lagi soal membentuk respon. Karena sudah pasti, respon yang muncul seharusnya akan jadi respon yang otentik. 

Terlalu sulit dipahami? Gini deh. Margot Robbie itu sebelumnya pakek mobil A buat jadi dirinya sendiri. Sehingga dia harus berkendara dengan cara Mobil A. Terus pas udah jadi Harley Quinn, Margot Robbie ganti mobil. Dia pakek Mobil B yang secara otomatis juga membuat dia harus berkendara dengan cara yang berbeda. Cara dia nyalain mobil, cara megang setir, dan lain sebagainya. Karena kendaraannya berubah, maka caranya sudah pasti berubah. Udah ngerti kan? Semoga ngerti lah ya.

Nah, ditambah lagi dengan Margot Robbie yang tahu mau dibawa tokohnya. Permainan Margot Robbie jadi makin jelas. Pada beberapa adegan dia juga jadi tahu harus bagaimana karena tahu visi Harley Quinn kemana. Misalnya pada adegan makan egg sandwich. Awalnya kami merasa kalau responnya terlalu berlebihan. Tapi tidak. Memang itulah yang jadi tujuan Harley Quinn. Tokoh ini memang pada beberapa adegan yang ringan akan jadi sangat dramatis. Sekali lagi, Margot Robbie tahu kemana ia harus membawa tokoh ini. 

Lalu di adegan lain seperti misalnya ketika ia diikat di kursi oleh Black Mask. Kami melihat respon yang acak. Kenapa begitu? Sekali lagi, kendaraan tokohnya sudah jadi. Bentuk dasar tokoh ini sudah jadi dan Margot tinggal memainkan bentuk dasar itu saja. Dan lagi, Margot tahu visi tokohnya. Jadi, respon yang dijalankannya tidak terasa artifisial. 

Ada adegan lain yang juga memperlihatkan bagaimana Margot Robbie tahu kemana ia harus membawa tokohnya. Adegan itu terjadi ketika ia menginterogasi Cassandra Cain di mobil. Ada sebuah dialog yang memberikan tanda bahwa ia memang psikiatri. Ditambah dengan permainan mata yang melihat secara detail lawan mainnya untuk membaca bahasa tubuh si Cassandra Cain. Di adegan ini Margot Robbie tahu bahwa visi tokohnya saat itu adalah memunculkan keahliannya sebagai psikiatri. Margot Robbie juga mengerti kalau menginterogasi Cassandra adalah jembatan untuk menuju visi tersebut. Jadi ia berhasil memanfaatkannya dengan baik. 

Apakah penciptaan Margot Robbie sempurna? Kok nggak seperti nggak ada kekurangannya? Tentu tidak. Penciptaan Margot Robbie tak sempurna. Kami masih melihat bentuk Margot Robbie yang sama seperti di film lain saat Harley Quinn harus memunculkan sisi manusia normalnya. Kami melihat bentuk tubuh dan cara menyusun emosi yang sama dengan Margot Robbie di filmnya yang lain. 

Kalian bisa melihatnya di adegan terakhir saat Margot berusaha menyelamatkan Cassandra Cain. Adegan itu begitu emosional. Nah, di adegan itulah Margot kehilangan Harley Quinn yang ia bangun. Margot kembali ke bentuknya yang khas. Mirip dengannya di film yang lain. Kami rasa mungkin Harley Quinn memang punya sisi manusiawi, tapi seharusnya sisi manusiawi itu adalah sisi manusiawi yang caranya adalah cara Harley Quinn, bukan Margot Robbie. Kami masih melihat cara Margot Robbie di adegan tersebut. 

Birds of Prey

 

 

Pemain Lain di Birds of Prey

Lalu bagaimana dengan pemain lain di Birds of Prey? Kami tak melihat ada yang sangat spesial dan menonjol. Mungkin Black Mask saja yang mengubah sedikit gesture tubuhnya jadi lebih feminim. Selebihnya tidak ada. Bahkan kami melihat bentuk yang hampir-hampir artifisial. Misalnya pada tokoh polisi perempuan, Huntress, dan pada beberapa tokoh lain. Sayang sekali, padahal mereka punya ruang yang luas untuk menciptakan tokoh. 

Pelajaran yang bisa kita ambil dari penciptaan Margot Robbie di Birds of Prey ini adalah ketahui visi tokohmu. Aktor wajib tahu apa posisi tokohnya dalam naskah, lalu tahu apa tujuan dari si tokoh itu secara keseluruhan. Mulai dari kenapa ia harus dimunculkan di naskah tersebut, sampai tokoh ini membawa pesan apa. Visi itu harus ketemu, kalau enggak, permainan kalian jadi kayak orang tersesat. Mengerti?

        

Terima kasih, viva aktor